Zuckerberg dan Meta digugat karena gagal menangani perdagangan seks

Jakarta (Partaipandai.id) – Mark Zuckerberg dan eksekutif serta direktur Meta Platforms Inc lainnya digugat karena gagal menghentikan perdagangan seks dan eksploitasi seksual anak di Facebook dan Instagram.

Pengaduan yang diumumkan Senin (20/3) oleh beberapa dana pensiun dan investasi yang memiliki saham Meta menyebutkan pimpinan dan dewan Meta telah gagal melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham dengan menutup mata terhadap “bukti sistemik” aktivitas kriminal.

Mengingat kegagalan dewan untuk menjelaskan bagaimana mencoba memberantas masalah, “satu-satunya kesimpulan logis adalah bahwa dewan telah memutuskan untuk mengizinkan platform Meta untuk mempromosikan dan memfasilitasi perdagangan seks/manusia,” kata pengaduan tersebut.

Baca juga: WhatsApp kini memiliki fitur transfer dari Android ke iPhone

Meta menolak alasan gugatan yang diajukan di Delaware Chancery Court.

“Kami melarang keras eksploitasi manusia dan eksploitasi seksual anak,” katanya dalam keterangannya, Selasa (21/3) seperti dilansir Reuters.

“Klaim dalam gugatan ini salah menggambarkan upaya kami untuk memerangi jenis aktivitas ini. Tujuan kami adalah mencegah orang yang ingin mengeksploitasi orang lain menggunakan platform kami.”

Zuckerberg, salah satu pendiri dan kepala eksekutif Miliarder Meta, mengatakan kepada Kongres pada 2019 bahwa eksploitasi anak adalah salah satu ancaman paling serius yang menjadi fokus.

Meta, yang berbasis di Menlo Park, California, telah lama menghadapi tuduhan bahwa platformnya adalah surga bagi pelanggar seksual.

Pada Juni 2021, Mahkamah Agung Texas mengizinkan tiga orang yang terlibat dengan pelaku melalui Facebook untuk menuntut, dengan mengatakan bahwa Facebook bukanlah tanah tak bertuan yang kebal dari tanggung jawab atas perdagangan manusia.

Meta secara terpisah menghadapi ratusan tuntutan hukum dari keluarga remaja dan anak kecil yang mengaku menderita masalah kesehatan mental karena kecanduan Facebook dan Instagram.

Beberapa distrik sekolah juga telah mengajukan tuntutan hukum atas masalah ini.

Baca juga: Mark Zuckerberg: 25 juta pesan WhatsApp selama final Piala Dunia

Baca juga: Meta membantah kabar bahwa Mark Zuckerberg mengundurkan diri

Baca juga: Platform Meta berhenti merekrut karyawan baru

Penerjemah: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *