Semarang (Partaipandai.id) – Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Dr Pratama Persadha memastikan presidenri.go.id dan presiden.go.id adalah milik pemerintah sehingga pengamanan dan pengelolaan dua domain itu harus dilakukan dengan baik.
“Walaupun website resmi yang digunakan adalah presidenri.go.id, namun domain president.go.id tetap harus dikelola dan diamankan dengan baik karena nama tersebut sangat sensitif jika digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Pratama Persadha menjawab keterangan Partaipandai.id. pertanyaan di Semarang, Kamis. pagi.
Sebelumnya, CISSReC mengungkapkan bahwa pada Rabu pukul 19.15 website kepresidenan.go.id tidak bisa diakses bukan karena diretas, melainkan karena domain belum dibayar.
Ditegaskan pula oleh Pratama yang juga pakar keamanan siber bahwa domain digunakan atau tidak itu harus diawasi dan dipantau.pemeliharaan dengan baik.
Domain ini, lanjut Pratama, kemungkinan dikelola oleh Istana (Kantor Staf Presiden, Kementerian Sekretariat Negara) atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Lagipula, katanya, ekstensi domain pasti akan diingatkan oleh pendaftar bulan sebelumnya kedaluwarsa (kedaluwarsa).
Baca juga: CISSReC menyebut situs president.go.id tidak bisa diakses
“Kalau domain president.go.id diblokir, pasti admin/penanggung jawabnya tidak pernah mengecek/mengawasi/memantau email/sistemnya,” kata Pratama.
Disinggung harga ekstensi domain go.id, ia menyebut sekitar Rp 87.100,00. Harga ini sangat murah dan tidak berarti bagi instansi pemerintah.
Menurut Pratama, esensi dari kedaluwarsadomain go.id tidak ada pengawasan dan pemeliharaan menguntungkan bagi aset digital milik pemerintah.
“Kalau masalah minor domain saja tidak bisa, bagaimana dengan masalah keamanan siber yang lebih rumit? Pantas saja sering terjadi kebocoran dan peretasan pada sistem milik pemerintah,” katanya.
Pratama melanjutkan, “Kalau pemerintah tidak bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik, bagaimana menghadapi ancaman siber terhadap rakyatnya?”
Reporter: D.Dj. Kliwantoro
Editor: Chandra Hamdani Noor
Redaksi Pandai 2022

