
Jakarta (Partaipandai.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyambut positif hasil survei AC Nielsen pada 1 Desember 2022 yang menunjukkan peningkatan pemirsa televisi digital.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan hal ini menunjukkan masyarakat antusias dan siap memasuki era televisi digital.
“Peningkatan kepemirsaan TV digital seperti diungkapkan Nielsen menunjukkan antusiasme dan kesiapan masyarakat memasuki era TV digital,” kata Usman dalam keterangan tertulis, Rabu.
Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung sosialisasi Pemilu 2024
AC Nielsen merilis data update TV Jabodetabek dan Digital Ready Penetration 10 kota per 1 Desember 2022.
Rilis mencatat peningkatan yang signifikan dalam penetrasi siap digital di 11 kota di tanah air. Selama tiga minggu pasca penerapan Analog Switch Off (ASO), DTT/penetrasi digital di 11 kota naik dari 42 persen menjadi 59 persen.
Perinciannya, penetrasi digital di Jabodetabek pada 1 November mencapai 46 persen, sedangkan pada 1 Desember meningkat menjadi 70 persen. Dengan terjadinya ASO di Jabodetabek menyebabkan peningkatan penetrasi yang signifikan di kota-kota lain.
Penetrasi digital di Bandung meningkat dari 43 persen pada 1 November menjadi 53 persen pada 1 Desember, sementara penetrasi digital di Surabaya Raya meningkat dari 28 persen menjadi 36 persen.
Penetrasi digital Greater Yogyakarta meningkat dari 43 persen menjadi 54 persen. Peningkatan penetrasi digital juga terjadi di Semarang dari 45 persen menjadi 61 persen.
Selanjutnya, terjadi peningkatan penetrasi digital dari 43 persen menjadi 62 persen di Surakarta dan 28 persen menjadi 30 persen di Medan. Lonjakan penetrasi digital juga terjadi di Palembang dari 36 persen menjadi 41 persen.
Peningkatan penetrasi digital juga terjadi di Greater Denpasar dari 36 persen menjadi 50 persen, Banjarmasin dari 36 persen menjadi 41 persen, dan Makassar dari 45 persen menjadi 53 persen.
Baca juga: Tiga karya jurnalistik Partaipandai.id meraih Kominfo Journalistic Award
Baca juga: Teknologi digital mempengaruhi dunia jurnalistik
Baca juga: Kemenkominfo mengapresiasi kerja humas pemerintah selama G20
Reporter: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Redaksi Pandai 2022

