
Mungkin nanti daftar antrean tidak lagi per daerah, bisa ditarik ke tingkat provinsi, sehingga dengan cara ini setidaknya bisa mengurangi antrean daftar haji.
Jakarta (Partaipandai.id) –
Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi mengatakan, pihaknya akan mendorong dan mencari solusi untuk mengurangi daftar antrian haji Indonesia yang dinilai sangat panjang.
“Mungkin nanti daftar antrean tidak lagi per daerah, bisa ditarik ke tingkat provinsi, sehingga dengan cara ini setidaknya bisa mengurangi antrian daftar haji,” kata Ashabul dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta. , Senin.
Selain itu, lanjut Ashabul, ada juga kebijakan yang bisa didorong, yakni orang yang sudah dua kali menunaikan ibadah haji, diperbolehkan menunaikan haji lagi setelah sepuluh tahun.
“Kami juga berharap bagi yang sudah menunaikan ibadah haji, mungkin cukup bagi kami untuk memberi kesempatan kepada saudara-saudara kami yang lain,” ujarnya.
Ia mengatakan, Indonesia juga bisa merundingkan pengambilan kuota haji dari negara lain yang tidak terpakai. Hal itu, kata Ashabul, akan bergantung pada pembicaraan antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
“Namun perlu diingat, jika ada penambahan kuota, ini juga berkaitan dengan kesiapan pemerintah untuk memenuhi penambahan kuota tersebut. Misalnya kesiapan catering, transportasi, kesehatan, dan lain-lain,” tambah Ashabul.
Lebih lanjut, Ashabul menyoroti daftar antrean haji di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang merupakan wilayah dengan antrean terpanjang di Indonesia. Ia mengatakan, daftar tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mencapai 49 tahun.
Diakui Ashabul, semangat ziarah di Indonesia sangat tinggi, sehingga terjadi masalah antrean daftar haji. Panjangnya antrean haji juga berimplikasi pada peningkatan jumlah jemaah lanjut usia.
Penceramah : Fath Putra Mulya
Editor: Indra Gutom
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

