
Jakarta (Partaipandai.id) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengumumkan bahwa sebanyak 13 unit sistem radar GM-403 Ground Control Interception (GCI) buatan Thales asal Perancis bekerja sama dengan PT Len Industri (Persero) dijadwalkan akan selesai pada tahun 2026.
Ditemui di Jakarta, Rabu, Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha saat ditemui di Jakarta, Rabu, mengatakan, 13 unit radar GM-403 GCI sistem dijadwalkan akan dikirim dari Prancis dalam waktu 48 bulan atau empat tahun setelah kontrak menjadi efektif.
“Kontrak ditandatangani pada 20 April 2022 dan penyerahan dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak. Selain itu, masa garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan,” kata Edwin.
Ia mengatakan, jika tidak ada kendala, pengiriman 13 unit sistem radar GM-403 GCI akan berjalan sesuai jadwal.
Dalam rilis tertulis sebelumnya, Kemhan RI menyatakan bahwa pengadaan sistem radar GCI ini merupakan upaya penguatan industri pertahanan dan pertahanan dalam negeri, mengingat perusahaan asal Prancis, Thales, bekerja sama dengan BUMN dalam negeri. PT Len Industri (Persero) untuk memproduksinya.
“Pengadaan 13 unit sistem radar GCI ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah memodernisasi dan memperkuat kemampuan pertahanan negara, serta alutsista TNI. Keterlibatan PT Len Industri (Persero) dalam proses pengadaan diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri, meningkatkan kesempatan kerja lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Karo Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI dalam siaran tertulisnya.
Baca juga: Kementerian Pertahanan: Pembelian Mirage 2000-5 untuk kesiapan tempur TNI AU
Thales adalah perusahaan teknologi dan pertahanan yang berbasis di Paris, Prancis. Lini bisnis Thales telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun di Indonesia dan merupakan mitra utama bagi militer Indonesia, khususnya dalam pengadaan sistem radar.
“Sistem radar GCI sangat penting untuk memantau dan mengendalikan lalu lintas udara, memberikan peringatan dini potensi ancaman udara, dan memastikan keamanan wilayah udara nasional,” tambahnya.
PT Len Industri (Persero) dalam siaran tertulis yang diakses di Jakarta, menjelaskan bahwa radar GCI merupakan salah satu sistem pertahanan utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai “mata” pertahanan.
“Dengan jangkauan yang bisa mencapai 450 km, radar jenis ini berperan memberikan pengawalan bagi pesawat pencegat dan pemburu penyergap dalam menjalankan misinya,” kata PT Len Industri dalam keterangan tertulis.
Baca juga: C-130J Super Hercules kedua tiba di Halim Perdanakusuma
Kerja sama strategis pembuatan 13 unit sistem radar GM-403 GCI ditandatangani oleh PT Len Industri (Persero) dan Thales di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 April 2022. Penandatanganan disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Dalam perjanjian tersebut, khususnya yang berkaitan dengan radar, kerjasama tersebut mencakup rencana transfer teknologi untuk radar militer dan sipil, termasuk kegiatan pemeliharaan dan pemeliharaan domestik (MRO) dan pengembangan bersama radar komando & kontrol nasional (C2).
Kedua perusahaan menandatangani kembali perjanjian kerja sama di Prancis pada 17 Mei 2022. Perjanjian tersebut menyepakati produksi bersama Radar GCI dan dimulainya kegiatan yang menentukan tindakan nyata untuk diwujudkan Ketua Perjanjian dari Kemitraan Strategis antara Len dan Thales di tujuh area potensial.
“Kolaborasi ini sangat positif untuk meningkatkan kapasitas industri pertahanan dalam negeri kita,” ujar Direktur Utama PT Len Industri Bobby Rasyidin dalam siaran tertulis pada 25 Mei 2022.
Baca juga: Indonesia menekankan pentingnya membangun rasa saling percaya pada ASPC ke-20
Pemberita: Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

