
Ini pertemuan yang bagus
Padang (Partaipandai.id) – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai pertemuan elite politik di Tanah Suci pada musim haji 1444 Hijriah baik untuk iklim demokrasi Indonesia.
“Rapatnya bagus,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Padang, Rabu.
Menurut dia, pertemuan elite partai dan elite politik seperti Ganjar Pranowo yang bertemu langsung dengan calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan Tanah Suci pimpinan Anies Baswedan itu merupakan sesuatu yang positif bagi kemajuan demokrasi. Tak hanya pertemuan kedua calon presiden dari masing-masing koalisi, Hasto mengatakan pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Ketua DPR RI Puan Maharani beberapa waktu lalu juga memberikan kesan positif dan konstruktif bagi demokrasi di Tanah Air.
“Semua dialog dilakukan. Dengan dialog ini kita bisa tahu,” ujarnya.
Baca juga: Ketua DPP PDIP: Naik haji itu pelatihan spiritual Ganjar
Baca juga: Pertemuan Anies-Ganjar di Mekkah membawa kesejukan sesaatDisinggung apakah pertemuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo di Tanah Suci itu sebagai bentuk pensinyalan pasangan mana yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Hasto tak menjawab dengan pasti. .
Namun, lulusan Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyebut sejumlah nama yang menurut hasil survei saat ini sedang digodok oleh partai yang didirikan Megawati Soekarnoputri itu. Nama-nama yang disebut Hasto adalah Menparekraf Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam, Mahfud MD.
Kemudian, ia juga menyebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar hingga Muhammad Zainul Majdi atau yang juga dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB). Jika merujuk pada hasil survei lembaga, nama-nama tersebut merupakan bukti pengakuan dari masyarakat di Tanah Air. Hanya saja, setiap nama memiliki tingkat elektabilitas yang berbeda, ujarnya.
“Ini semua adalah nama-nama yang kemudian disusun dengan baik,” ujarnya. Untuk diketahui, pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dijadwalkan pada 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasangan Presiden dan Cawapres, diusulkan agar partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu memenuhi syarat untuk memperoleh minimal 20 persen kursi di DPR, atau memperoleh 25 kursi. persen suara sah secara nasional dalam pemilihan anggota DPR. sebelumnya. Saat ini terdapat 575 kursi di DPR, sehingga calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus mendapat dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Pasangan calon juga dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai peserta Pemilu 2019 dengan jumlah suara sah minimal 34.992.703 suara.
Reporter: Muhammad Zulfikar
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

