
Jakarta (Partaipandai.id) – Indonesia akan segera memasuki era penyiaran digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melihat lima alasan penting mengapa harus beralih ke penyiaran televisi terestrial digital.
“2 November merupakan awal penerapan analog switch-off (ASO). UU Cipta Kerja mengamanatkan masa transisi dari penyiaran televisi dari analog ke digital adalah dua tahun,” kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti saat webinar “Sosialisasi ASO dan Serah Terima STB dengan Bantuan Kominfo dengan Komisi I DPR RI”, Senin.
Alasan pertama Indonesia harus beralih ke penyiaran digital adalah agar publik bisa mendapatkan siaran yang berkualitas. Siaran digital menawarkan gambar dan suara yang lebih bersih dan jernih daripada siaran analog.
Baca juga: Kemenkominfo: ASO hadirkan internet cepat
Baca juga: Asosiasi memastikan siaran digital gratis
Pada siaran analog, ketika letak pesawat televisi jauh dari menara pemancar, siaran yang didapat tidak jelas alias “smut”. Siaran digital, menawarkan dua opsi, yaitu siaran jernih atau tidak ada siaran sama sekali jika perangkat tidak mendapatkan sinyal.
Alasan kedua, penyiaran digital efisien dalam penggunaan spektrum frekuensi. Siaran analog telah menggunakan seluruh band pada frekuensi radio 700MHz.
Dalam siaran digital, satu pita frekuensi dapat digunakan antara enam hingga 12 saluran.
Alasan berikutnya adalah efisiensi penyiaran digital akan memberikan dividen digital dalam spektrum frekuensi radio. Ketika telah sepenuhnya beralih ke penyiaran digital, Indonesia akan mendapatkan dividen digital 112MHz pada spektrum itu.
Pemerintah berencana menggunakan dividen digital untuk pemerataan akses internet di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan penataan ulang, akan ada internet berkecepatan tinggi,” kata Niken.
Kemudian penataan spektrum frekuensi radio siaran digital akan mendorong ekonomi digital. Riset Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Boston Consulting Group memprediksi akan ada 200.000 pekerjaan berkat digitalisasi penyiaran.
Contoh lain, dengan semakin meratanya internet, maka semakin banyak pula pelaku usaha yang dapat memasarkan produknya melalui online marketplace.
Industri penyiaran diyakini akan tumbuh berkat ASO. Mendirikan lembaga penyiaran pada siaran analog membutuhkan biaya yang sangat besar, termasuk harus membangun menara pemancar.
Dengan siaran digital, biaya mendirikan stasiun televisi lebih murah daripada dulu. Ini juga membuka peluang untuk pertumbuhan dalam pembuatan konten.
Terakhir, migrasi ke penyiaran digital diperlukan untuk menghindari perselisihan dengan negara tetangga akibat gangguan spektrum frekuensi di wilayah perbatasan.
Baca juga: Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan manfaat “dividen digital” dari ASO
Baca juga: KPI mendesain AI untuk pengawasan siaran digital
Baca juga: KPI mengkaji sistem pengawasan untuk siaran TV digital
Reporter: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosario Dwi Putri
Redaksi Pandai 2022

