Lembaga penelitian internasional DinarStandard bertemu dengan Wakil Presiden di Dubai

Jakarta (Partaipandai.id) – Lembaga riset internasional DinarStandard bertemu dan menjelaskan strategi pengembangan ekonomi syariah kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis.

Peneliti Senior DinarStandard Mohamed Ali Mechraoui menjelaskan pengalaman lembaganya dalam membantu beberapa negara Muslim, seperti Arab Saudi dan Malaysia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam, khususnya melalui pengembangan industri halal.

“Kami telah membantu Arab Saudi dalam salah satu proyek halal besar,” kata Ali saat ditemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Turkish Suit, Raffles Hotel Dubai, UEA, Kamis, sebagaimana siaran pers yang diterima.

Di Arab Saudi, lanjut Ali, pihaknya menganalisis perdagangan negara dan membuat roadmap serta menunjukkan sektor-sektor tertentu yang harus diprioritaskan, seperti daging, industri unggas, atau bahkan sistem pengemasan.

Ali menjelaskan salah satu prinsip dasar dalam mengembangkan industri halal adalah kerjasama dan gotong royong antar negara muslim tanpa perlu adanya persaingan antar negara muslim karena tidak semua negara memiliki komoditas yang sama.

Misalnya, Malaysia dan Indonesia memiliki minyak sawit yang dapat digunakan untuk membantu negara lain yang tidak memilikinya.

“Negara-negara besar seperti Kazakstan dan Pakistan, mereka memproduksi gandum, yang harus mereka lakukan adalah menciptakan pasar antara negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk komoditas ini sehingga yang kuat dapat membantu yang lemah,” katanya.

Ali mengatakan omzet ekosistem halal dunia saat ini mencapai 2 triliun dolar AS karena didukung oleh ekonomi syariah global yang terus tumbuh 5 hingga 6 persen setiap tahunnya. Menurutnya, negara-negara muslim, termasuk Indonesia, harus fokus pada sektor-sektor potensial yang ada seperti industri makanan, obat-obatan, kosmetik, wisata halal, dan industri keuangan syariah.

Sektor-sektor tersebut, menurut Ali, saat ini menjadi nilai tambah bagi negara-negara mayoritas Muslim, seperti Malaysia, Indonesia, UEA, dan Arab Saudi, terutama sektor pangan dan obat-obatan yang erat kaitannya dengan ketahanan dan pertahanan yang sangat penting. untuk setiap negara.

Baca juga: Wapres sampaikan target kerja sama dengan Dubai Holding
Baca juga: Presiden UEA memuji potensi Indonesia di berbagai bidang

“Malaysia kami telah membantu dengan desain peta jalan di tahun 2019 dan hasilnya bisa kita lihat sekarang. Tentu kita ingin melihat perkembangan industri halal di Indonesia juga,” ujarnya.

Peneliti DinarStandard lainnya, Randah Taher, mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia sangat siap memimpin pasar halal global.

“Ekosistem syariah di Indonesia sangat terstruktur, sudah ada sertifikasi halal, BPJPH, KNEKS, dan sangat terlibat dalam pembiayaan pembangunan ekonomi syariah. Indonesia telah menerbitkan sukuk syariah terbesar di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah merangkai berbagai elemen tersebut menjadi satu kesatuan dan memiliki strategi untuk menjadi pemain syariah global.

“Kini saatnya kita dapat membantu merumuskan strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, khususnya bagaimana berinvestasi pada investasi syariah yang menguntungkan secara ekonomi,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyambut baik dan meminta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjajaki kerja sama dengan DinarStandard untuk merumuskan strategi serta menentukan insentif dan fasilitas apa yang perlu disiapkan pemerintah dalam upaya tersebut. mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kemudian hal-hal yang belum ada terkait kerjasama dengan Pemerintah Uni Emirat Arab, saya minta kepada Dubes untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki keinginan yang besar untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan syariah serta ingin bermain secara global.

“Oleh karena itu, Indonesia membangun ekosistem, baik kelembagaan maupun jaringan. Indonesia membangun kelembagaan yaitu KNEKS untuk pusat dan KDEKS untuk daerah,” jelasnya.

Empat fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kata Wapres, antara lain pengembangan industri halal, industri keuangan, pengembangan bisnis syariah, dan keuangan sosial syariah.

“Untuk industri halal, kami membangun ekosistem halal, mulai dari kawasan industri halal di berbagai daerah sebagai bagian dari kawasan ekonomi khusus hingga sertifikasi halal,” katanya.

Beberapa komoditas halal Indonesia, kata Wapres, saat ini sedang dikembangkan, mulai dari busana muslim, makanan dan minuman halal, hingga pariwisata.

“Setiap tempat di Indonesia adalah tujuan wisata. Sampai ada yang bilang Indonesia adalah kepingan surga dunia,” ujarnya.

Wapres berharap ke depan banyak investor yang datang ke Indonesia untuk berinvestasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di sektor pariwisata ramah Muslim.

Reporter: Rangga Pandu Asmara Jingga
Redaktur: Herry Soebanto
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *