
Padang (Partaipandai.id) – Guru Besar Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat Prof Asrinaldi menilai Istana tidak perlu menanggapi pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Menko yang ingin mengubah konstitusi.
“Ini wacana yang tidak perlu ditanggapi, saya kira wajar tidak perlu ditanggapi,” kata Guru Besar Universitas Andalas (Unand) Sumbar Prof Asrinaldi di Padang, Kamis.
Kecuali, kata Asrinaldi, pernyataan Anies Baswedan sudah mengemuka secara formal, misalnya di DPR atau lembaga politik formal, harus diantisipasi.
Namun, jika sekadar wacana, dia menilai tidak perlu pihak manapun, apalagi Istana menanggapi pernyataan mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Ia menilai, pernyataan Anies Baswedan itu bisa saja dimaksudkan untuk mengingatkan ingatan publik agar berhati-hati terhadap wacana perubahan konstitusi, misalnya perpanjangan masa jabatan presiden.
“Anies mengingatkan masyarakat jangan ditanggapi, apalagi difasilitasi dan dilakukan oleh lembaga negara seperti DPR dan MPR,” ujarnya.
Sebelumnya, calon presiden yang didukung NasDem, PKS, dan Demokrat Anies Baswedan menyebut ada menteri koordinator (menko) yang ingin mengubah UUD 1945.
Hal itu disampaikan Anies saat menghadiri silaturahmi dan dialog kebangsaan. Meski mengkritisi adanya Menko yang ingin mengubah konstitusi, dia tidak menyebutkan secara jelas siapa yang dimaksud Menko.
Reporter: Muhammad Zulfikar
Editor: Laode Masrafi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

