
Jakarta (Partaipandai.id) – Sekretaris Pimpinan MPR Budi Muliawan mengatakan pengusaha bisa berperan membawa Indonesia keluar dari middle income trap.
“Salah satu peran dan kontribusi yang bisa diharapkan dari pelaku bisnis dan pengusaha saat ini adalah membawa Indonesia keluar dari jebakan sebagai negara berpendapatan menengah,” kata Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Pada gilirannya, kata dia, Indonesia bisa keluar dari middle income country trap dan kemudian melompat menjadi high income country atau negara maju jika tercipta ekonomi yang sehat.
“Jika semua sepakat untuk melakukan reformasi struktural dengan baik, tidak memilih jalan pintas, misalnya dalam perizinan, maka ekonomi yang sehat dapat tercipta, dan akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan,” ujarnya.
Sebab, ia mengingatkan bahwa menjelang tahun 2030 merupakan masa kritis apakah Indonesia akan menjadi negara maju atau malah terjebak sebagai negara berpendapatan menengah dalam memanfaatkan posisinya sebagai negara berpendapatan menengah ke atas.
Di sisi lain, katanya lagi, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada pertengahan 2030-an hingga 2040, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia dini dan tua.
“Kalau usia produktif ini tidak bisa dikapitalisasi atau dimanfaatkan dengan baik atau dikelola dengan baik, maka kita tidak bisa bergerak menjadi negara maju,” imbuhnya.
Untuk itu, ia menilai strategi untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah yakni perlunya inovasi dan efisiensi, pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, reformasi struktural, birokrasi yang mudah dan sederhana, serta digitalisasi. berbasis ekonomi.
“Kalau kita tidak bisa melompat, kita masih di posisi ini, di posisi ekonomi menengah. Mau tidak mau, negara ke depan harus memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata enam persen pada tahun 2040,” ujarnya.
Pada awalnya, Budi mengatakan bahwa para pengusaha telah berperan dan berkontribusi bagi bangsa dan negara sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti H. Samanhudi yang mendirikan Serikat Dagang Islam.
“Dalam perkembangannya, Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam dan melahirkan tokoh-tokoh pejuang bangsa seperti HOS Tjokroaminoto,” ujarnya.
Sementara saat ini, kata dia, para pengusaha juga berkontribusi terhadap pendapatan negara (APBN) melalui pajak untuk menciptakan lapangan kerja sebagai bentuk sumbangsih dan sumbangsih kepada bangsa dan negara.
“Itulah kontribusi nyata para pengusaha yang berperan aktif dalam fondasi kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Sementara itu, dalam rangka menyongsong Pemilu 2024, lanjutnya, pengusaha juga bisa berkontribusi dengan menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, yakni memilih dan terpilih dalam pemilu.
“Pilkada adalah proses konstitusional atau jaminan bagi seluruh warga negara, ketika kita dimuliakan. Karena itu, disebut Partai Demokrat. Pada saat pemilu tidak ada perbedaan antara ASN, pengusaha, politisi, guru. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” katanya.
Baca juga: Wakil MPR mengimbau parpol untuk mengedepankan budaya berpikir kritis
Baca juga: Wakil Ketua MPR menyebut Harkitnas sebagai momentum bagi generasi muda untuk memajukan Indonesia
Reporter: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

