Daftar lengkap pemenang FFI 2022

menceritakan kisah dan bahasa kita

Jakarta (Partaipandai.id) – Film “Dulu, Kini & Lalu (Nana)” dan “Seperti Balas Dendam, Rindu Harus Dibayar Penuh” masing-masing menyabet lima Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI), Jakarta, Selasa.

“Before, Now & Then (Nana)” karya sutradara Kamila Andini memenangkan Best Picture Editor, Best Artistic Director, Best Cinematographic Director, Best Music Director dan Best Feature Film.

Sedangkan “Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar Penuh” meraih gelar Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Desainer Busana Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Sutradara Terbaik.

“Film ‘Nana’ adalah cerita yang dibuat dari cerita keluarga, kenangan saya dan Teh Happy tentang ibu kami, tentang perempuan Sunda. Ini benar-benar membuat cerita kecil tapi di Indonesia. Saya mengundang para pembuat film untuk menceritakan kisah tentang kisah kami dan bahasa kami,” kata Kamila usai menerima Piala Citra.

Tahun ini Lifetime Achievement diberikan kepada mendiang Rima Melati.

Berikut daftar pemenang Festival Film Indonesia 2022;

Penulis Skenario Asli Terbaik:
Makbul Mubarak (“Otobiografi”)

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik:
Edwin, Eka Kurniawan (“Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar Penuh”)

Perancang Suara Terbaik:
Mohamad Ikhsan, Anhar Moha (“Hamba Setan 2: Komuni”)

Pemeran Pria Pendukung Terbaik:
Slamet Rahardjo Djarot (“Cinta Pertama, Kedua & Ketiga”)

Artis pendukung terbaik:
Putri Marino (“Penginapan Bu Broto”)

Film Animasi Pendek Terbaik:
“Pemadaman”

Film Cerita Pendek Terbaik:
“Warna Menari”

Editor Gambar Terbaik:
Akhmad Fesdi Anggoro (“Dulu, Sekarang & Nanti (Nana)”)

Desainer Efek Visual Terbaik:
Abby Eldipie (“Budak Setan 2: Komuni”)

Penata Busana Terbaik:
Gemailla Gea Geriantiana (“Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar Penuh”)

Penata Rias Terbaik:
Eba Sheba (“Kadet 1947”)

Direktur Artistik Terbaik:
Vida Sylvia (“Dulu, Sekarang & Nanti (Nana)”)

Film Dokumenter Pendek Terbaik:
“Gimbal” – Sidiq Ariyadi

Dokumenter Panjang Fitur Terbaik;
“Ininnawa: Panggilan Pulau” – Afran Sabran

Sutradara Sinematografi Terbaik:
Batara Goempar, ICS (“Dulu, Sekarang & Lalu (Nana)”)

Penata Musik Terbaik:
Ricky Lionardi (“Dulu, Sekarang & Lalu (Nana)”)

Pencipta Lagu Tema Terbaik:
Andi Rianto dan Monty Tiwa (Lagu: “Mejuang”)

Pemeran Utama Pria Terbaik:
Marthino Lio (“Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar Penuh”)

Pemeran Utama Wanita Terbaik:
Ladya Cheryl (“Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar”)

Sutradara Terbaik:
Edwin (“Seperti Balas Dendam, Kerinduan Harus Dibayar Penuh”)

Film Panjang Fitur Terbaik:
“Dulu, Sekarang & Nanti (Nana))”

Karya Kritikus Film Terbaik:
Perempuan sebagai Ilusi: Politik Seksual Film “Love For Sale”

Penghargaan seumur hidup
Rima Melati

Aktris Pilihan Penonton
Aghniy Haque

Penghargaan Pemirsa Pilihan Aktor Benyamin Sueb
Vino G Bastian

Film Pilihan Penonton
“Mencuri Raden Saleh”

Baca juga: Daftar pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2021

Baca juga: Slamet Rahardjo kaget masih bisa meraih Piala Citra

Baca juga: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk memfasilitasi karya sineas Indonesia

Pengkhotbah: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *