Indonesia-Australia membangun ketahanan masyarakat terhadap ekstremisme

Jakarta (Partaipandai.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia memanfaatkan momentum Ketua ASEAN Indonesia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Australia dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ekstremisme kekerasan.

“Peran BNPT RI sebagai ‘voluntary lead shepherds’ dalam penanggulangan terorisme di ASEAN, kami bekerja sama dengan Pemerintah Australia sebagai salah satu talking partner ASEAN,” kata Deputi Bidang Kerjasama Internasional Andhika Chrisnayudhanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Andhika mengatakan BNPT RI bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia melihat bagaimana membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ekstrimisme kekerasan.

“Bertukar praktik membangun ketahanan masyarakat dalam mengatasi radikalisasi dan ekstremisme kekerasan,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, Andhika berharap dapat menjelaskan bagaimana BNPT RI fokus pada aspek pencegahan yang membutuhkan partisipasi masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan nasional.

“Tentunya salah satu peran BNPT RI adalah pencegahan, dimana pencegahan merupakan salah satu fokus utama kesiapsiagaan nasional, jika diterjemahkan ke dalam kesiapsiagaan nasional adalah pemberdayaan masyarakat,” ujar Andhika.

Menurut Andhika, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek dalam membangun ketahanan masyarakat.

Baca juga: Indonesia perkuat strategi bersama penanggulangan terorisme di ASEAN

Baca juga: BNPT: Indeks serangan terorisme 2023 di Indonesia turun 56 persen

Caroline Scott, Deputy Head of Mission for Australia Mission to ASEAN, mengatakan ketahanan masyarakat dalam upaya pencegahan merupakan faktor penting dalam menangkal radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

“Seperti yang kita ketahui, ketangguhan masyarakat sangat penting untuk dicegah dan dilawan. Pencegahan strategis ekstremisme kekerasan dari ketangguhan kita, seperti program yang mempromosikan kohesi sosial, mengidentifikasi dan mendukung ketangguhan pemuda, menawarkan narasi alternatif, dan mengadaptasi beberapa elemen dalam membangun ketangguhan masyarakat di melawan terorisme,” kata Carolina.

Pertemuan ini merupakan pertemuan tahunan yang bertujuan untuk membahas perkembangan isu terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Melalui kegiatan ini, masing-masing negara dapat saling bertukar pandangan, pengalaman dan program penanggulangan yang akan ditetapkan untuk meningkatkan upaya bersama dalam menghadapi tantangan tersebut di wilayah masing-masing.

Selain itu, dialog penanggulangan terorisme berbasis kekerasan dan implementasi langkah-langkah yang akan diambil ke depan sebagai upaya dalam rencana aksi implementasi Kemitraan Strategis ASEAN-Australia 2020-2024.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kerjasama ASEAN dan Australia di bidang penanggulangan terorisme yang telah terjalin sejak ASEAN-Australia Joint Declaration on International Counterterrorism Cooperation pada tahun 2004.

Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari Australia, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, Vietnam dan Timor Leste.

Pemberita: Putu Indah Savitri
Editor: Herry Soebanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *