
Biaya operasional tidak boleh melebihi 20-25 persen dari total anggaran.
Jakarta (Partaipandai.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah bahwa uang rakyat dalam APBN/APBD bukan untuk membiayai birokrasi, melainkan untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Setiap rupiah uang rakyat harus kembali ke rakyat, untuk membiayai apa yang dirasakan rakyat dan bukan membiayai prosesnya. Ini kan hati-hati,” kata Presiden Jokowi saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPP 2022 di Balai Istana Negara, Jakarta, Senin.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2022 yang disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Isma Yatun.
Jokowi mengingatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas belanja. Menurutnya, banyak anggaran program yang tidak efisien dan efektif di beberapa pagu APBD karena lebih banyak dihabiskan untuk perjalanan dinas dan belanja pegawai seperti honorarium.
“Selain meningkatkan akuntabilitas, kita juga harus terus berupaya meningkatkan kualitas belanja. Diimplementasikan dengan baik, terus dipantau dan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran. Hasilorang benar-benar merasakannya,” katanya.
Tanpa menyebut entitas pemda tertentu, Jokowi mencontohkan dalam APBD, ada pagu belanja perjalanan dinas hingga Rp1 miliar untuk program penyuluhan pertanian yang total anggarannya Rp1,5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen dari total anggaran penyuluhan pertanian di daerah tersebut habis hanya untuk perjalanan dinas.
Presiden juga mencontohkan program pengembangan UMKM di daerah yang memiliki anggaran Rp 2,5 miliar. Namun, sebanyak Rp 1,9 miliar dari total anggaran juga digunakan untuk honor dan perjalanan dinas.
“Bayangkan berapa? Tidak ada 20 persen yang digunakan untuk benar-benar mengembangkan usaha mikro. Contoh ketiga adalah pembangunan balai penyuluhan pertanian, ini di kabupaten berarti dari APBD kabupaten. Tujuan membangun dan merehabilitasi penyuluhan center anggarannya Rp 1 miliar, sebesar Rp 734 juta untuk biaya perjalanan dinas dan rapat,” jelasnya.
Jokowi mengatakan, biaya operasional atau biaya overhead tidak lebih dari 20-25 persen dari total anggaran.
Oleh karena itu, Jokowi meminta agar sasaran dan hasil program dalam APBN dan APBD menjadi fokus penggunaan anggaran.
“Fokus pada program unggulan, tidak perlu terlalu banyak program. Sekali lagi fokus pada program unggulan, seperti penanganan stunting, mengentaskan kemiskinan, membantu produktivitas petani dan nelayan, mengendalikan inflasi, membantu investasi dan lain-lain. Itupun harus beli produk dalam negeri,” kata Jokowi.
Baca juga: Presiden Jokowi: Kenaikan daging ayam terlalu tinggi
Baca juga: Presiden Jokowi membantah Pesantren Al Zaytun dikawal personel Istana
Penceramah : Pribadi Indra Arief
Editor: D.Dj. Kliwantoro
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

