
Jakarta (Partaipandai.id) – Gubernur Maryland, Amerika Serikat, Larry Hogan mengeluarkan perintah darurat yang melarang perangkat dan jaringan pemerintah untuk memasang aplikasi TikTok.
Hogan, dalam rilis berita Reuters pada hari Rabu, melarang platform buatan China dan Rusia karena menimbulkan “tingkat risiko keamanan yang tidak dapat diterima bagi negara”.
Kantor eksekutif di Maryland diharuskan untuk menghapus produk ini dari jaringan bisnis dan mencegah akses ke aplikasi.
TikTok mengatakan tindakan untuk melarang aplikasi tersebut dipicu oleh informasi yang salah.
“Kami kecewa banyak kantor pemerintah negara bagian dan universitas yang menggunakan TikTok untuk membangun komunitas dan menghubungkan konstituen tidak lagi memiliki akses ke platform kami,” kata TikTok.
Gubernur Selatan Dakota Selatan Kristi Noem pekan lalu menandatangani perintah eksekutif yang melarang pegawai negeri dan kontraktor memasang TikTok di perangkat resmi.
Gubernur Carolina Selatan Henry McMaster pada hari Senin meminta kantor pemerintahnya untuk melarang TikTok dipasang di ponsel dan komputer negara bagian.
Direktur badan intelijen FBI Chris Wray bulan lalu mengatakan aktivitas TikTok di AS membuat negara tersebut mengkhawatirkan keamanan nasional. Pemerintah China berisiko menggunakan aplikasi untuk memengaruhi pengguna atau mengontrol perangkat.
Wray juga prihatin dengan aplikasi TikTok yang digunakan untuk mengontrol perangkat lunak di jutaan perangkat.
Baca juga: Voila.id membuka outlet online di TikTok Shop
Baca juga: Bagaimana TikTok meningkatkan pemerataan akses bagi UMKM untuk memanfaatkan layanan tersebut
Baca juga: Mewujudkan pelayanan kependudukan yang cepat bagi Kota Depok dengan inovasi
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

