
Jakarta (Partaipandai.id) – Peran orang tua kini semakin meningkat di era transformasi digital, salah satunya menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anaknya dari kejahatan dunia maya.
Selain mempersiapkan anak untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial di dunia nyata, kini orang tua juga dituntut menjadi garda terdepan dalam memantau dan membimbing anaknya untuk berselancar secara bijak melalui dunia digital.
“Orang tua tidak boleh lengah, orang tua harus menjadi sahabat yang baik bagi anak dan menjadi contoh nyata. Gunakan nada dan kalimat yang menyenangkan untuk anak saat bercerita,” ujar Digital Traineer Graphologist Diana Alehteia dalam webinar “Makin Cakap Digital 2022” untuk masyarakat Tulungagung dalam sebuah siaran pers pada Selasa.
Akibat pandemi COVID-19, adaptasi pengguna perangkat teknologi menjadi tinggi tidak hanya di kalangan pekerja tetapi juga di kalangan anak-anak.
Kini setiap anak yang pergi ke sekolah merasa sangat lekat dengan perangkatnya akibat kebiasaan Belajar Jarak Jauh (PJJ).
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2022, 71 persen anak usia sekolah di Indonesia sudah memiliki smartphone pribadi, bahkan 79 persen di antaranya memiliki akses gratis untuk menggunakan smartphone selain untuk belajar.
Tak sedikit yang mengakses hiburan seperti menonton video dan bermain game, dan juga memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya.
Berkaca pada fakta tersebut, penting bagi orang tua untuk berada di garda terdepan bagi anak-anaknya untuk memberikan pemahaman yang benar agar buah hati tidak salah melangkah di ruang digital.
Orang tua harus bisa memberikan semacam rambu-rambu, agar ketika berbicara atau bersosialisasi melalui gadget, anaknya bisa bijak dan terhindar dari kejahatan dunia maya.
Anak juga harus diberikan pemahaman bahwa ia tidak boleh sembarangan mengungkapkan data pribadinya seperti nama lengkap, alamat rumah, tanggal lahir, atau hal-hal pribadi lainnya agar tidak menjadi korban pencurian data.
Di tengah pemberian akses gratis terhadap gadget, ada baiknya orang tua mengimbanginya dengan mengajak anaknya melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
Sebisa mungkin buatlah kesepakatan dengan anak mengenai penggunaan gadget agar kehidupannya bisa seimbang baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Dengan demikian, orang tua tetap dapat menjaga agar anaknya mampu sebagai talenta digital tetapi juga memiliki keseimbangan hidup sebagai makhluk sosial di dunia nyata.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi berkolaborasi dan meluncurkan program “Indonesia Lebih Mampu Secara Digital”.
Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta orang ditargetkan menerima literasi digital pada 2024.
Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Tulungagung merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi.
Baca juga: Interaksi di internet harus diperlakukan sama seperti di dunia nyata
Baca juga: Perpustakaan membuat kegiatan literasi lebih menarik bagi anak muda
Baca juga: Indonesia Semakin Mampu Secara Digital 2022 akan diadakan bulan ini di JIS
Reporter: Livia Kristianti
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

