
Jakarta (Partaipandai.id) – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan, insiden yang melibatkan empat pekerja proyek BTS (base transceiver station) PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) di Okbab, Kabupaten Gunung Bintang, Pegunungan Papua, tidak disandera oleh aparat keamanan. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ).
“Bukan penyanderaan. Kemarin mungkin ada hutang yang belum dibayar, dan mungkin saat BTS dipasang, orang-orang menuntut agar dibayar dulu, jadi setelah dibayar, mereka akan dibebaskan, kata Yudo kepada awak media di Jakarta, Senin.
Yudo meminta agar semua pihak tidak selalu mengkaitkan setiap kejadian sebagai aksi terkait aksi KKB.
“Bukan KKB yang melakukan itu, tapi orang yang mungkin sudah pernah bekerja atau semacamnya, mungkin gajinya kurang atau apa. ini dan itu disandera, tidak, bukan disandera,” katanya.
Ditambahkan Panglima, karena ada korban yang diketahui mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut, maka polisi akan menyelidiki para tersangka sebagai pelaku.
“Bukan (KKB), tapi ya tentu saja karena kemarin ada yang luka, nanti yang luka tadi ditangkap Polisi,” ujar Yudo.
Sebelumnya, Kapolsek Gunung Bintang AKBP Mohamad Dafi Bastomi mengatakan empat pekerja PT IBS telah diselamatkan dan dievakuasi dari Okbab ke Oksibil pada Senin.
Kapolres Gunung Bintang memimpin langsung proses evakuasi bersama Wakil Ketua Satgas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Joko Sulistio dan melibatkan sedikitnya 50 personel gabungan Indonesia-PNG Pamtas Statis Yonif 143/TWEJ, Polres Gunung Bintang, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2023.
“Empat pegawai tersebut dijemput menggunakan pesawat PK-RBP milik Tariku Aviation,” kata Bastomi.
Baca juga: Empat pekerja sandera KKB dievakuasi ke Oksibil
Pengkhotbah : Gilang Galiartha
Editor: Laode Masrafi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

