Pendiri Twitter: Twitter terancam diblokir di tiga negara

Jakarta (Partaipandai.id) –

Pendiri dan mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, mengatakan bahwa media sosial Twitter terancam diblokir oleh pemerintah India, Nigeria, dan Turki jika tidak mematuhi permintaan untuk membatasi unggahan akun tertentu.

Jack Dorsey akan menjabat sebagai CEO Twitter hingga 2021 sebelum perusahaan yang didirikannya dibeli oleh Elon Musk pada 2022.

Ancaman pemblokiran Twitter ini merupakan buntut dari kebijakan pemerintah negara-negara tersebut yang menerapkan sensor di media online untuk membatasi aktivitas gerakan demonstrasi dan jurnalis yang mengkritik pemerintah di media sosial.

“India adalah contohnya, India adalah negara yang mengajukan permintaan kepada kami terkait protes petani dan seputar jurnalis tertentu yang mengkritik pemerintah,” kata Jack dalam wawancara yang dikutip Indian Express, Selasa.

India dilanda gerakan demonstrasi pada tahun 2021 karena ditetapkannya beberapa peraturan terkait pertanian yang ditentang oleh para petani di negara tersebut. Demonstrasi tersebut termasuk yang terbesar yang dihadapi oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP) miliknya.

Baca juga: Meta membuat counter untuk Twitter, aplikasi tersebut akan dirilis dalam waktu dekat

“Itu (ancaman) memanifestasikan dirinya dalam berbagai cara seperti: ‘Kami akan menutup Twitter di India,’ yang merupakan pasar besar bagi kami; ‘kami akan menggerebek rumah karyawan Anda,’ yang mereka lakukan; ‘kami akan menutup kantor Anda jika Anda tidak mengikutinya.’ Dan ini India, negara demokrasi,” kata Jack.

Pemerintah India membantah tuduhan penyensoran di media sosial. Pihaknya menyebut hanya akan membatasi penyebaran hoaks dan unggahan yang mengganggu keamanan dan ketertiban negara.

Jack mengatakan Twitter juga menerima ancaman serupa di Nigeria dan Turki yang sebelumnya membatasi akses ke platform media sosial tersebut.

Jack menambahkan, situasi di Nigeria tidak jauh berbeda. Bahkan Twitter tidak bisa menempatkan karyawannya di negara tersebut karena takut akan ancaman dari pemerintah yang merugikan mereka.

Nigeria memblokir Twitter pada 2021 setelah platform media sosial itu menghapus tweet Presiden Muhammadu Buhari saat itu yang mengancam akan menghukum separatis regional.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *