
Majalengka (Partaipandai.id) – Penyebab kecelakaan lalu lintas di Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali didominasi oleh kelalaian manusia, dengan persentase mencapai 86 persen, kata operator jalan tol.
“Berdasarkan data, sekitar 86 persen kecelakaan di Tol Cipali disebabkan oleh human error,” kata Direktur Operasi Tol Astra Cipali Agung Prasetyo di Majalengka, Jawa Barat, Kamis.
Agung mengatakan kelalaian yang sering terjadi, seperti mengantuk, kelelahan, kurang antisipasi, dan mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Berdasarkan data tersebut, Pengelola Tol Cipali menghimbau kepada pengguna jalan agar selalu waspada dan bila lelah atau mengantuk segera menepi ke rest area yang telah disediakan.
Agung mengatakan pihaknya bersama Polri, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya terus berupaya menekan angka kecelakaan dengan terus mengkampanyekan gerakan keselamatan berkendara, baik skala kecil maupun besar.
“Kampanye keselamatan hari ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk terus meningkatkan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan berkendara khususnya di jalan tol,” ujarnya.
Agung menambahkan, berdasarkan data Departemen Lalu Lintas dan Keamanan Tol Astra Cipali, jumlah kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali turun 6 persen dibandingkan data tahun lalu. Penurunan 6 persen tersebut didapat dari data kecelakaan periode Januari-Agustus 2021 dan Januari-Agustus 2022.
“Untuk data kecelakaan lalu lintas periode Januari hingga Agustus 2021 sebanyak 212 kasus, sedangkan periode yang sama tahun 2022 sebanyak 199 kasus,” katanya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan berkendara, pengelola Jalan Tol Cipali terus melakukan berbagai upaya, baik dari segi fasilitas keselamatan, fasilitas jalan, maupun fasilitas penunjang.
Seperti yang direalisasikan oleh instalasi tali kawat atau selempang baja pada KM 106, peralatan penimbangan berat badan bergerak dipasang di Palimanan, spidol pengurang kecepatan sepanjang jalan tol.
Kemudian lampu strobo di area sembilan titik titik buta10 lampu flip-flop40 titik tiang lampu dan bentuk tradisional yang mewakili budaya lima kecamatan sebagai aksesoris untuk mengurangi kejenuhan pengguna jalan, serta 166 unit kamera pengintai (CCTV) yang tersebar di setiap kilometer di sepanjang Jalan Tol Cipali untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami terus berkomitmen untuk menciptakan kondisi jalan yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan dengan menambah fasilitas keselamatan tambahan di jalan tol. Melalui berbagai inovasi yang kami buat, kami berharap para pengguna jalan akan merasa aman dan nyaman saat berkendara,” ujarnya.
Reporter: Khaerul Izan
Redaktur: Didik Kusbiantoro
Redaksi Pandai 2022

