
Jakarta (Partaipandai.id) – Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs phishing dan penipuan NFT yang mengambil untung dari perhelatan sepak bola Piala Dunia Qatar 2022.
“Kami melihat bagaimana mereka (penjahat dunia maya) mencoba untuk mendapatkan hasil maksimal dari situasi dan mengeksploitasi sebanyak mungkin topik trendi, termasuk meningkatnya jumlah penipuan NFT terkait Piala Dunia,” kata pakar keamanan dunia maya di Kaspersky Olga Svistunova, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Perusahaan keamanan dunia maya menemukan bahwa situs phishing digunakan dalam berbagai modus penipuan dengan tujuan mencuri data pengguna. Skema penipuan pertama yang mereka temukan adalah penjualan tiket Piala Dunia Qatar 2022.
Risiko penipuan tiket Piala Dunia Qatar 2022 semakin besar karena pihak penyelenggara hanya menjual tiket secara online. Skema penipuan kedua yang terungkap adalah hadiah palsu.
Penipuan seperti ini cukup sering terjadi ketika ada event besar seperti Piala Dunia Qatar 2022, korban dikirimi pesan sebagai pemenang hadiah tiket dan hanya perlu membayar ongkos kirim.
Penipuan ketiga terkait Piala Dunia melibatkan penjualan barang dagangan palsu, di mana penjahat dunia maya meminta korban untuk memasukkan data pribadi dan mengirim uang untuk membeli kaus sepak bola atau bola kaki yang ditandatangani, yang tidak pernah ada.
Kaspersky juga menemukan situs biro perjalanan palsu yang menawarkan tiket pesawat ke Doha, Qatar. Pengguna internet perlu waspada terhadap situs palsu seperti ini karena penjahat dunia maya meminta untuk memasukkan data pribadi dan informasi perbankan dengan dalih pemesanan tiket pesawat.
Terakhir, penipu dunia maya mengeksploitasi popularitas NFT dan aset kripto untuk menipu, atas nama Piala Dunia Qatar 2022. Skema yang digunakan adalah taruhan pertandingan dengan hadiah mata uang kripto atau karya seni digital NFT.
Korban diminta memasukkan data dompet kripto dengan alasan transfer hadiah.
Demi menghindari penipuan berkedok Piala Dunia Qatar 2022, pengguna internet diminta waspada saat membuka situs di dunia maya. Arahkan kursor ke URL halaman untuk memeriksa ulang kebenaran alamat situs.
Kaspersky juga menyarankan pengguna untuk tidak mengklik tautan dari email, melainkan mengetikkan nama situs secara manual terutama untuk layanan perbankan.
Pengguna juga harus mengetahui setiap informasi yang diminta, perusahaan yang sah tidak akan meminta data seperti nomor kartu kredit atau kata sandi.
Baca juga: PANDI menyebut ada 5.579 laporan phishing pada kuartal kedua 2022
Baca juga: Apple ke Google membuat solusi masuk platform utama tanpa kata sandi
Baca juga: PANDI menegaskan bahwa registrar akan berpartisipasi dalam memerangi “phishing”
Reporter: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
Redaksi Pandai 2022

