
Tangerang (Partaipandai.id) – Kepolisian Resor Kota Tangerang (Polresta), Polresta Banten masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam untuk menangkap pelaku penikaman remaja hingga tewas di Kampung Kadu Lembur, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Minggu (22/01).
“Untuk saat ini masih kami lakukan penyelidikan karena sudah ada beberapa saksi yang mendapat informasi. Dan pelakunya saat ini masih dalam proses pendalaman,” kata Kapolres Tangerang, Kombes Pol Dani Sigit Setiono di Tangerang, Senin.
Menurutnya, sejauh ini tim gabungan penyidik dari Satuan Reskrim masih melakukan pemeriksaan mendalam, karena memang sudah ada beberapa saksi yang keterangannya kami peroleh dalam pemeriksaan kasus tersebut.
“Dari keterangan saksi memang ada beberapa pelaku, tapi saat ini kami harus konfirmasi dengan sumber informasi lain untuk memastikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, selain mendapat informasi dari para saksi, penyidik juga kini telah mendapatkan beberapa bukti rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP).
Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya bisa mengantongi identitas pelaku penusukan yang diduga anggota preman.
“Penyidik sudah berusaha mencari para pelaku ini, melalui semua petunjuk dan bukti yang ada. Sehingga bisa mengarah ke pelaku,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari hasil informasi yang didapat bahwa kejadian penikaman tersebut merupakan hasil tawuran antar preman/geng motor. Kendati demikian, pihaknya berupaya mendapatkan informasi dari kedua belah pihak sekaligus mengantisipasi perkembangan fenomena tindak lanjut yang lebih besar.
“Kami berusaha mendapatkan informasi dari kedua belah pihak, sekaligus sebagai upaya kami untuk memitigasi perkembangan fenomena geng motor ini. Sehingga semua jaringan geng ini harus diungkap,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja laki-laki berinisial M (19) tewas ditikam dalam tawuran antar preman di Kampung Kadu Lembur, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Minggu dini hari.
Kapolsek Cikupa, AKP Imam Wahyu Pramono mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi kritis dan tergeletak di depan ruko milik warga sekitar sekitar pukul 04.05 WIB.
“Berdasarkan keterangan saksi di TKP, dia melihat dua sepeda motor dikejar oleh enam orang menggunakan tiga sepeda motor membawa senjata tajam (tajam). Kemudian setelah terjadi penusukan dan ada luka-luka, keenam tersangka pelaku itu pergi,” ujarnya. dikatakan.
Akibat kejadian tersebut, warga sekitar langsung melapor ke polisi dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja hingga akhirnya yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.
“Untuk kondisi korban berapa luka tusukan hingga meninggal, kami belum tahu. Karena masih dilakukan otopsi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, identitas korban diketahui warga Desa Peusar, Kecamatan Panongan, yang letaknya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban diketahui merupakan warga Panongan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Ia menduga, jika kejadian tawuran ini, merupakan aksi antara dua preman yang berselisih. Mereka kemudian sebelum melakukan aksinya membuat janji melalui media sosial.
“Mereka sepakat untuk melawan. Kedua geng motor itu membawa pedang dan celurit,” ujarnya.
Reporter: Azmi Syamsul Ma’arif
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

