Prabowo Soal Parpol Tak Dipercaya: Humas Kader dan Pimpinan

Jakarta (Partaipandai.id) – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai jika partai politik (parpol) tidak dipercaya masyarakat, maka menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kader dan pimpinan partai politik untuk mengubah persepsi tersebut.

Menurut Prabowo, perbaikan tidak hanya untuk partai politik, tetapi juga untuk sistem politik di Indonesia secara keseluruhan.

“Ini pekerjaan rumah kita bersama PR, karena demokrasi dilaksanakan, kedaulatan rakyat dilaksanakan melalui partai politik. Jadi kalau sekarang parpol sudah tidak dipercaya rakyat, ini tantangan dan pekerjaan rumah bagi pimpinan parpol dan kader parpol untuk memperbaiki diri. ini,” kata Prabowo Subianto menanggapi pertanyaan Najwa Shihab dalam sesi wawancara di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, yang rekamannya disiarkan Tim Media Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan keberadaan partai politik tetap penting dalam praktik demokrasi di Indonesia mengingat jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan wilayahnya yang luas.

“Tidak mungkin kita 100 juta lebih orang berkumpul untuk mengambil keputusan, harus diwakili. Sekarang, perwakilan ini disaring melalui organisasi yang disebut partai politik,” kata Prabowo.

Dia menjelaskan, peningkatan kualitas partai politik tergantung pada sosok pemimpin atau ketua umum partai.

“Itu tergantung kualitas kepemimpinan (kepemimpinan) dan kualitas pendidikan, pendidikan (ketua partai). Jadi, pemimpin kita harus berpendidikan tinggi, tapi kita juga harus mempelajari sistem politiknya. Terus terang menurut saya, biaya politik yang kita terapkan terlalu tinggi,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Ia menyampaikan, di beberapa negara, misalnya Inggris, setiap calon anggota parlemen yang mencalonkan diri hanya boleh mengeluarkan dana sekitar Rp. 7-10 juta dari uang pribadinya.

Sementara di Indonesia, biaya politik lebih dari itu.

“Artinya sistem politik kita tidak membuat negara ini maju, besar, makmur, tapi bisa menghancurkan negara ini sendiri. Jadi, kita harus berani belajar. Nanti harus ada semua pemimpin, semua pemangku kepentinganpartai politik, ormas, tokoh agama, tokoh intelektual semuanya harus duduk belajar, dan apa yang ingin kita tingkatkan,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo menunjukkan keyakinannya bahwa partai politik harus tetap dipertahankan dalam sistem demokrasi dan sistem politik di Indonesia, meski ada beberapa kader partai yang terlibat kasus korupsi.

“Ada regenerasi yang sukses, ada regenerasi yang gagal. Kami pergi ke sekolah, tidak semua lulus dengan summa cum laude. Ada yang lulus dengan nilai rata-rata saja. Bahkan ada yang tidak lulus, tapi yang tidak lulus atau sebut saja ada yang melanggar, ada yang menjiplak, ada yang tidak mencurangi dan seterusnya, bukan berarti pendidikan harus ditutup. Kita perbaiki sistem, perbaiki regenerasi, perbaiki seleksi,” kata Prabowo Subianto.

The Public Opinion and Policy Research Center (Populi) Institute dalam hasil surveinya periode Juni 2023 menunjukkan bahwa partai politik menduduki peringkat ke-10 atau terbawah untuk lembaga yang dipercaya publik.

Mayoritas responden yakni 85,7 persen dari 1.200 orang paling percaya kepada TNI, sedangkan untuk partai politik hanya 59,3 persen responden.

Baca juga: Analis menyebut pemilih Prabowo Subianto di Sulsel masih solid
Baca juga: Diakui Prabowo, Kota Medan mengalami kemajuan sejak dipimpin oleh Bobby Nasution
Baca juga: Muhaimin: Koalisi dengan Gerindra terus dimatangkan

Pemberita: Genta Tenri Mawangi
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *