
Jakarta (Partaipandai.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mendorong upaya pemenuhan Kekuatan Dasar Minimal atau Kekuatan Esensial Minimum (MEF) Strategic Plan 2024, namun hal ini harus disesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Ya semuanya disesuaikan dengan anggaran yang kita punya. Tapi kita memang ingin berusaha memenuhinya,” kata Jokowi kepada awak media di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan Presiden usai meninjau langsung alat utama alat sistem persenjataan (alutsista) terbaru yakni pesawat C-130J-30 Super Hercules A-1339 TNI AU dari Menhan Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono di Halim Pangkalan TNI AU Perdanakusuma.
Presiden mengatakan Indonesia secara keseluruhan telah membeli lima unit pesawat Super Hercules. Unit yang diserahkan adalah unit pertama.
“Yang kita pesan ada lima. Tadi Menhan bilang hari ini datang satu, Juni ditambah satu, Juli satu lagi, Oktober satu lagi, Januari tahun depan satu lagi. Lima pesawat akan datang ke negara kita. ,” kata Jokowi.
Baca juga: Menhan memuji dukungan Pemerintah Jokowi terhadap sektor pertahanan
Baca juga: Presiden meninjau pesawat baru C-130J-30 Super Hercules A-1339 TNI AU
Pada kesempatan yang sama, Menhan menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi telah menunjukkan dukungan terbesar dalam sejarah terhadap sektor pertahanan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah memprioritaskan penanganan COVID-19 yang berimbas pada anggaran pertahanan.
“Saya melihat pemerintahan Pak Jokowi memberikan dukungan terbesar dalam sejarah untuk pertahanan. Namun, dia memiliki prioritas. Kemarin kita mengalami COVID-19 yang sangat berbahaya, jadi prioritas kita adalah mengutamakan keselamatan rakyat,” ujar Prabowo.
Dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, diatur pemenuhan MEF 100 persen pada tahun 2024 sebagai salah satu indikator sasaran untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.
Namun demikian, target tersebut direvisi menjadi 70 persen pada akhir tahun 2024 sebagai bagian dari Fase III MEF 2019-2024.
Pengkhotbah : Gilang Galiartha
Editor: Herry Soebanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

