Sejarah Pemberontakan Berdarah Pertama PKI tahun 1926-1927

Memuat…

Pada akhir 1926 hingga awal 1927 PKI melakukan serangkaian serangan bersenjata untuk membunuh pegawai negeri sipil di Banten dan Sumatera Barat. Foto/ist

JAKARTA – Memasuki bulan September, ingatan publik hampir selalu tertuju pada Partai Komunis Indonesia atau PKI . Bisa jadi karena dua aksi bersenjata PKI terjadi bulan ini.

Tiga tahun setelah proklamasi, PKI melakukan pemberontakan bersenjata di Madiun yang memuncak pada 18 September 1948. Begitu juga pada tahun 1965 ketika PKI diketahui berada di balik penculikan dan pembunuhan jenderal-jenderal Angkatan Darat. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan 30 September/PKI atau G30S/PKI.

Namun jauh sebelum Indonesia merdeka, PKI yang sebelum tahun 1923 dikenal sebagai Indische Sociaal Demokratische Vereeniging (ISDV) telah melakukan pemberontakan, yaitu pada tahun 1926 di Banten dan tahun 1927 di Sumatera Barat. Meskipun tidak disetujui oleh CC Komunis di Rusia, para pemimpin PKI tetap bertekad untuk mengambil tindakan.

Baca juga: Soal gaya baru PKI, PDIP Masinton menuduh para pemain kolot

Seperti artikel SINDOnews Edisi 28 November 2015, di Banten pemberontakan PKI dipimpin oleh KH Tubagus (Tb) Achmad Chatib. Pemberontakan pecah pada malam 12 November 1926. Di Labuan, penyerangan terjadi lewat tengah malam dengan sasaran utama rumah Asisten Wedana.

Saat penyerangan, Asisten Wedana Mas Wiriadikoesomo dan keluarganya ditangkap dan dibawa ke Caringin oleh pemberontak. Sementara itu, tiga petugas polisi berhasil dilumpuhkan.

Pasukan PKI melanjutkan aksinya dengan menyerang kediaman Haji Ramal yang dijaga tiga orang polisi. Dalam penyerangan tersebut, Djaimoen dan Haji Entjeh tewas. Pemberontak kemudian menyerang rumah Mas Mohammed Dahlan, pegawai pemerintah yang membocorkan rencana PKI.

PKI juga aktif di Menes. Target pertama mereka di daerah ini adalah Wedana Raden Partadiningrat. Pukul 13.00, sebanyak 400 orang dikerahkan untuk menyerang. Meskipun perlawanan sengit, Partadiningrat dan semua polisi yang berjaga tewas.

Para pemberontak kemudian menyerang rumah Benjamins, seorang pengawas kereta api. Benjamins dan dua penjaga polisi tewas. Tubuh Benjamins dilaporkan dipotong-potong dan kemudian dibuang. Sementara di Cening, massa menyerang rumah asisten wedana.

Berhasil melumpuhkan sekelompok sipil pegawai pemerintah, PKI bermaksud menargetkan militer Belanda di Labuan. Rencana penyerangan 14 November 1926 gagal karena dihadang lebih dulu oleh Brigade Belanda. Dalam pertempuran itu pasukan PKI dipukul mundur.

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *