BNPT meminta masyarakat mewaspadai ancaman intoleransi menjelang Pemilu 2024

Kediri (Partaipandai.id) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme meminta masyarakat mewaspadai berbagai ancaman intoleransi jelang Pemilihan Umum 2024 yang nantinya bisa mengarah pada politik identitas.

“Itu bisa jadi salah satu yang dikhawatirkan. Kalau jadi intoleran, ujung-ujungnya akan ada politik identitas tertentu yang bisa menyeret pola pikir masyarakat,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Kediri, Jawa Timur, Selasa.

Boy Rafli yang ditemui usai memberikan kuliah umum dengan tema “Upaya Pondok Pesantren Mencegah Intoleransi, Terorisme, Radikalisme, dan Ideologi Transnasional di Indonesia” di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri mengatakan, masyarakat terdampak identitas politik nantinya bisa menjadi masyarakat yang penuh konflik.

Ia tidak ingin konflik terjadi di masyarakat, apalagi dipengaruhi oleh intoleransi atau politik identitas.

“Kami tidak ingin suasana seperti itu karena bisa disertai oleh orang-orang yang berniat melakukan aksi teror,” ujarnya.

Kepala BNPT juga menambahkan, di masa pandemi, yang menonjol adalah narasi radikalisme di media sosial. Sebelum pandemi COVID-19, beberapa kegiatan seperti pengiriman anak bangsa ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS dilakukan, namun di masa pandemi COVID-19 hal itu berubah total. Narasi yang ada di media sosial begitu kuat.

Untuk itu, kata Boy Rafli, pihaknya terus memperkuat literasi digital dengan menggandeng berbagai platform pengelola dan provider sebagai upaya memastikan ruang publik di media sosial tidak memiliki narasi yang mengarah pada intoleransi dan radikalisme.

Ia juga menambahkan, BNPT berupaya keras melakukan berbagai upaya agar intoleransi tidak sampai mengakar. Apalagi terkait dengan tahun politik yang bisa saja diwarnai oleh praktik-praktik intoleransi.

Menurut Rafli, peran ulama juga penting dalam membentengi ummat dari berbagai pengaruh intoleransi prinsip. hubbul wathon min imanyaitu cinta tanah air atau nasionalisme adalah sebagian dari iman, sebagai bekal untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

“Jadi, ketika menyandingkan nilai-nilai kebangsaan dan agama, sebenarnya itulah yang mencirikan karakter kyai pejuang dan pejuang kyai yang diwariskan selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, KH Kafabihi Mahrus mengatakan, ancaman terorisme dan intoleransi itu nyata.

Dia mengatakan ada kekuatan asing yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang hancur. Mereka tidak senang jika Indonesia menjadi negara yang aman dan damai.

Kiai Mahrus juga meminta masyarakat mewaspadai politik identitas jelang Pemilu 2024 karena hanya dijadikan kedok untuk mengejar kepentingan sesaat.

“Yang penting masyarakat harus cerdas, pandai. Kita dari pesantren multinasional. Siapapun yang jadi presiden tetap kita dukung. Siapapun presiden harus patuh, wajib, tidak boleh berontak menjatuhkan. presiden, itu haram dalam syariat Islam,” kata KH Kafabihi Mahrus.

Kepala BNPT Polri Komjen Boy Rafli Amar mengikuti kuliah umum mahasiswa PP Lirboyo di Pendopo Muktamar, Kota Kediri. Hadir dalam acara tersebut pengurus PP Lirboyo dan ribuan santri putra.

Pendakwah : Asmaul Chusna
Editor: Didik Kusbiantoro
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *