Pengamat IPI menilai pernyataan Jokowi dalam Musra mengacu pada Ganjar

Dari segi semiotik, pernyataan Jokowi bisa mengarah pada sosok Ganjar Pranowo

Jakarta (Partaipandai.id) – Pengamat politik Institut Publik Indonesia (IPI) Karyono Wibowo menilai pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Musyawarah Rakyat (Musra) tentang sosok ideal untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia erat kaitannya dengan calon presiden (calon) Ganjar Pranowo.

“Dari sisi semiotik, kemungkinan pernyataan Jokowi akan mengarah pada sosok Ganjar Pranowo,” kata Karyono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Karyono, kriteria pemimpin yang disebut Jokowi bisa dimaknai secara eksplisit, implisit, dan semiotik. Jokowi tidak secara gamblang menyebut nama calon pemimpin yang dimaksud.

Baca juga: Musra mengapresiasi sikap bijak Jokowi yang tak menyebut capres

Karena itu, pernyataan Jokowi itu bisa dimaknai berlaku bagi calon presiden manapun yang ingin maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Salah satu indikator misalnya dari hasil beberapa lembaga survei menunjukkan Ganjar dipersepsikan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Dalam survei SMRC pada Mei 2023, Ganjar Pranowo dinilai unggul dalam hal kejujuran dan kepedulian terhadap masyarakat. Bagi pemilih, dua ciri ini harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang akan maju sebagai calon presiden.

“Hasil survei berkorelasi dengan kriteria yang disampaikan Presiden Joko Widodo,” kata Karyono.

Baca juga: Nama-nama calon presiden dan wakil presiden diserahkan kepada Jokowi oleh ketua panitia Musra

Dalam pidatonya di puncak Musyawarah Indonesia, Minggu (14/5), Jokowi mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat, berani, antikorupsi, mampu menjaga demokrasi, memahami kebutuhan rakyat, dan memahami bagaimana caranya. memaksimalkan potensi kemajuan bangsa.

Jokowi pun mengajak masyarakat untuk memilih sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia.

Pernyataan Jokowi tersebut, menurut Karyono, lebih menekankan pada prinsip dan kriteria seorang pemimpin yang harus peduli terhadap nasib rakyat. Selain itu, pemimpin jangan hanya duduk di belakang meja, tapi turun untuk memahami persoalan konkrit yang dihadapi rakyat.

Ia memaknai perkataan Jokowi untuk memilih pemimpin yang memahami berbagai tantangan bangsa, berani membela rakyatnya, dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.

“Jokowi mengimbau untuk tidak menjadi pemimpin yang elitis, tapi menjadi pemimpin yang menyatu dengan rakyat,” kata Karyono.

Baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia butuh pemimpin yang berani demi rakyat

Sebagai informasi, pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dibuka mulai 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilihan Umum), pasangan calon presiden dan wakil presiden diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi syarat untuk memperoleh kursi sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah kursi. jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah. nasional pada pemilihan parlemen sebelumnya.

Saat ini terdapat 575 kursi di DPR sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus mendapat dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Pasangan calon juga dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu 2019 dengan jumlah suara sah minimal 34.992.703 suara.

Baca juga: Presiden Jokowi: Bagian saya membisikkan ke partai soal nama calon presiden

Pemberita: Putu Indah Savitri
Editor: Fransiska Ninditya
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *