
Jakarta (Partaipandai.id) – Wakil Ketua (Waka) DPR RI Rachmat Gobel mengingatkan seluruh anggota DPR RI sebagai wakil rakyat untuk menjalankan amanah sesuai sumpah jabatannya, yakni memperjuangkan aspirasi rakyat. .
“Perjuangkan aspirasi rakyat. Jangan hanya memanfaatkannya saat pemilu. Jangan jadikan rakyat sebagai komoditas politik,” kata Gobel dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dengan kehormatan yang diberikan rakyat untuk menjadi wakil rakyat, Gobel juga mengingatkan seluruh anggota DPR RI untuk memberikan kehormatan yang sama kepada masyarakat yang memilihnya, seperti tidak hanya digunakan untuk memenangkan pemilu.
“Sebagai wakil rakyat, Anda harus memberikan kehormatan yang sama kepada orang-orang yang memilih mereka, bukan melakukan serangan subuh saat pemilu. Itu pengkhianatan dan merendahkan harkat dan martabat rakyat sebagai manusia karena mereka lahir di tempat yang mulia. dan kondisi yang dimuliakan,” katanya.
Selain itu, lanjut Gobel, anggota DPR juga memiliki tiga tugas pokok dan fungsi, yakni penganggaran, pengawasan, dan legislasi.
“Semua itu sebagai bagian dari pemenuhan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, selain fungsi diplomasi parlemen,” ujarnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPR mengusulkan untuk mendirikan sekolah persahabatan Indonesia-Uzbekistan
Baca juga: Rachmat Gobel mengatakan perekonomian Batam dan Karimun akan berkembang pesat
Lebih lanjut, Gobel mencontohkan pelaksanaan tugas dan amanat anggota DPR RI sebagai wakil rakyat, yaitu bertemu dengan konstituennya selama seminggu pada setiap masa reses sidang DPR.
Terkait hal itu, Gobel sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Gorontalo selalu berkeliling menemui para pemilihnya selama seminggu penuh. Pada masa istirahat ini, beliau melakukan sejumlah kegiatan bakti sosial di Desa Moodulio, Kabupaten Bone dan Desa Bilungala, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut meliputi pemberian pelayanan kesehatan mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, kadar asam urat, hingga kadar kolesterol dalam darah.
“Setelah itu masyarakat diberikan obat-obatan yang dibutuhkan. Pelayanan kesehatan ini dilakukan karena pandemi COVID-19 masih belum berakhir,” ujar Gobel.
Selanjutnya, ia juga membagikan biskuit dan susu untuk balita dan ibu hamil atau menyusui untuk mencegah hal tersebut terjadi pengerdilan yang masih menjadi masalah di Indonesia. Gobel juga membagikan selimut, beras, sarung, sprei, dan pelampung untuk para nelayan. Pemberian pelampung dilakukan karena sering terjadi bencana nelayan tenggelam diterjang ombak atau badai.
Baca juga: Gobel mengajak para diplomat dunia untuk bersatu demi kesejahteraan bersama
Di sela-sela kegiatan bakti sosial, Gobel juga menggelar dialog dengan masyarakat. Ia mendengarkan keluhan para nelayan terkait harga BBM yang terus meningkat sehingga membebani mereka. Selain itu, ada juga petani yang mengeluhkan kenaikan harga serta kelangkaan bibit dan pupuk.
Menanggapi hal tersebut, Gobel berpesan agar petani dan nelayan bersatu dalam wadah koperasi. Hal ini, kata dia, akan membuat posisi nelayan dan petani lebih kuat dan lebih mudah berkoordinasi dan mencari solusi.
“Petani dan nelayan harus bersatu dalam wadah koperasi. Petani dan nelayan yang kuat akan lebih mudah berjuang. Saya sendiri yang menginisiasi pembentukan koperasi tani. Ini akan menciptakan ekosistem pertanian yang sehat,” ujarnya.
Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Chandra Hamdani Noor
Redaksi Pandai 2022

