Sekjen PDIP menyebut Megawati berperan dalam menentukan calon presiden pada Pilpres 2024

Jakarta (Partaipandai.id) – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyano mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya akan berperan besar dalam menentukan calon presiden (Capres) partainya di Pemilihan Presiden (Pilpres). 2024.

“Nantinya Ibu Megawati Soekarnoputri yang akan memimpin langsung. Tentu dia juga bekerja sama dengan Pak Jokowi mengingat dia dari PDI Perjuangan,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu malam.

Pengurus kedua partai juga akan menentukan langkah dalam membangun kerja sama politik. Karena kerjasama politik dibangun atas prinsip gotong royong sesuai dengan hakikat Pancasila yang telah menjadi budaya bangsa Indonesia.

Menurut Hasto, secara empiris di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2014 terlihat bahwa pembangunan terhambat akibat manuver kooperatif parpol (parpol) pragmatis di DPR.

“Kami ingin kerja sama ini berbasis platform agenda pemerintah. Misalnya terkait pangan, PDI Perjuangan mengedepankan kedaulatan. Jadi akan sulit, misalnya kerja sama dengan pihak yang hobi impor pangan,” ujarnya. .

Menurutnya, PDI Perjuangan mendorong kesamaan platform yang harus dilandasi dengan membangun kerjasama politik antar partai politik. Selain itu, Hasto menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang ada, pengumuman calon presiden dari PDI Perjuangan sebelumnya akan membuat parpol lain membicarakan kerja sama.

“Berdasarkan pengalaman (pemilu) 2014-2019 lalu, setelah pengumuman calon presiden, baru kemudian terjadi peningkatan frekuensi kerjasama pembangunan,” ujar Hasto.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sindikat PARA Ari Nurcahyo menilai Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi sosok penentu capres 2024 yang akan diusung oleh koalisi besar tersebut.

“Tapi orkestrasinya tergantung dua figur sebagai pembuat raja. Yang pertama Pak Jokowi dan yang kedua Bu Megawati,” kata Ari dalam diskusi bertajuk “Koalisi Hebat Untuk Siapa: Ganjar atau Prabowo atau?”, di Jakarta , Jumat (14/4).

Koalisi akbar itu membahas penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan PDI Perjuangan. KIB terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP.

KKIR terdiri dari Partai Gerindra dan PKB. KIB dan KKIR terbuka jika PDI Perjuangan bergabung dalam koalisi besar.

Ari menilai wacana pembentukan koalisi besar sejauh ini masih dalam tahap penjajakan, terutama soal siapa calon presiden dan wakil presiden. Ia juga tidak memungkiri bahwa sosok yang akan diusung oleh koalisi besar tersebut merupakan keputusan dari ketua umum partai politik (parpol).

Dia yakin Jokowi dan Megawati juga akan mempertimbangkan dan menentukan siapa yang tepat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden dari koalisi besar tersebut. Ari melihat nama Prabowo dan Ganjar menempati urutan teratas sebagai capres.

Baca juga: Sindikat PARA: Skenario koalisi besar tergantung PDIP
Baca juga: PDIP tidak alergi dengan bentuk kerjasama politik untuk Pilpres 2024

Reporter: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Imam Budilaksono
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *