
Jakarta (Partaipandai.id) – Menanggapi pidato Presiden Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI, Selasa, yang antara lain menyinggung tentang peran usaha mikro, kecil, dan menengah dalam perekonomian bangsa, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Kominfo) mengatakan akan terus mendorong lebih banyak UMKM. menjadi digital melalui DEA.
DEA atau Akademi Kewirausahaan Digital merupakan program yang digalakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak tahun 2020 dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi pelaku UMKM dalam ekonomi digital dan juga meningkatkan kapasitas usahanya.
“Program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengoptimalkan teknologi dalam pengembangan usahanya. Program DEA juga membantu pelaku UMKM untuk mampu bersaing di pasar nasional dan meningkatkan di pasar internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menjawab pertanyaan Partaipandai.id, Selasa malam.
Baca juga: Kominfo terus menggarap digitalisasi UMKM
Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Gabungan DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa, menegaskan salah satu cara untuk memajukan Indonesia. dan menjadi lebih inklusif adalah mendukung UMKM. sebagai tulang punggung perekonomian bangsa untuk naik kelas.
Salah satu cara untuk mengangkat kelas UMKM adalah dengan mendorong dan memfasilitasi mereka untuk memanfaatkan digitalisasi ekonomi.
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa digitalisasi ekonomi terbukti berkembang pesat dan dapat dilihat dengan munculnya dua decacorn dan sembilan unicorn di negara.
Tentu saja pelaku UMKM di Indonesia memiliki peluang yang sama, namun membutuhkan dukungan yang kuat untuk dapat memanfaatkan ekosistem ekonomi digital dengan baik.
Baca juga: Menkominfo: Infrastruktur adalah fondasi percepatan transformasi digital
Presiden Joko Widodo juga menyebutkan bahwa bantuan dana murah dan menampilkan produk UMKM di e-catalog pemerintah juga diharapkan dapat membantu menyerap produk UMKM.
Bahkan dari sisi kebijakan di instansi pemerintah, tentunya Pemerintah Indonesia terus mendukung UMKM dengan langkah-langkah konkrit, antara lain mewajibkan pengeluaran APBN, APBD, dan BUMN untuk pembelian produk dalam negeri.
Sejalan dengan pengembangan talenta UMKM untuk menjadi digitalKementerian Komunikasi dan Informatika juga menyampaikan bahwa pihaknya terus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buat Indonesia (Gernas BBI) sebagai langkah agar masyarakat Indonesia dapat turut serta mengangkat kelas usaha para pelaku UMKM lokal.
Dengan menciptakan tren mencintai produk hasil karya anak bangsa dan menggeser daya beli masyarakat ke produk lokal, tentunya potensi UMKM untuk bisa maju ke kelas semakin besar.
Kementerian Komunikasi dan Informatika optimistis pada 2024 Indonesia mampu memenuhi target 30 juta UMKM. menjadi digital.
Baca juga: Kominfo ungkap langkah optimalisasi digitalisasi UMKM dan pariwisata
Baca juga: Pemerintah dorong kolaborasi untuk digitalisasi UMKM
Baca juga: Literasi digital mendorong produktivitas dalam ekonomi digital
Reporter: Livia Kristianti
Redaktur : Suryanto
Redaksi Pandai 2022

