Amerika Serikat membentuk kelompok kerja untuk menyelidiki dampak AI

Jakarta (Partaipandai.id) –

Amerika Serikat akan membentuk kelompok kerja khusus yang bertugas menyelidiki lebih dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta mengembangkan pedoman untuk menangkal risiko penggunaannya.

National Institute of Standards and Technology (NIST), lembaga non-regulatory di bawah naungan Departemen Perdagangan Amerika Serikat, mengungkapkan kelompok kerja tersebut akan terdiri dari para ahli di bidang terkait dari sektor publik dan swasta.

Baca juga: Regulasi yang ada sudah cukup untuk menindak pelaku penyalahgunaan AI

“Grup baru ini sangat tepat waktu mengingat kecepatan, skala, dan potensi dampak AI yang belum pernah terjadi sebelumnya dan potensinya untuk merevolusi banyak industri dan masyarakat secara lebih luas,” kata Direktur NIST Laurie Locascio. ).

Saat ini para pembuat kebijakan di berbagai negara sedang berusaha merumuskan aturan yang mengatur penggunaan AI yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan teks dan gambar secara otomatis sehingga penggunaan teknologi ini dapat digunakan sebaik mungkin dan mencegah berbagai risiko yang ditimbulkannya.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan minggu ini bahwa dia yakin risiko teknologi AI terhadap keamanan nasional dan ekonomi perlu ditangani dan dia akan meminta nasihat ahli dalam hal ini.

Baca juga: Inggris berinvestasi dalam mengembangkan AI yang mampu mendiagnosis penyakit

Baca juga: Kolaborasi lintas prodi perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan AI

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *