Bantu Warga Dogiyai Berobat, Kader Perindo Rela Berjalan Naik Gunung

memuat…

Pihak Perindo menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat khususnya dalam hal kesehatan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

DOGIYAI – Pihak Perindo menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat khususnya dalam hal kesehatan di Kabupaten Dogiyai Papua Tengah. Kader langsung menemui warga desa di Desa Toubak, Distrik Abouyaga untuk memberikan pengobatan. Bukan tanpa alasan, hal ini karena kasus penyakit campak di Provinsi Papua Tengah meningkat dalam 3 bulan terakhir.

Data Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, per 3 Maret 2023, total ada 397 kasus yang dilaporkan tersebar di 7 kabupaten.

Ketujuh daerah yang mengalami peningkatan kasus campak adalah Nabire, Paniai, Mimika, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya dan Dogiyai. Khusus di Dogiyai, terdapat 85 anak yang terkena campak dan puluhan di antaranya meninggal dunia.

“Menanggapi hal tersebut, kami Partai Perindo yang dikenal peduli terhadap masyarakat berinisiatif melakukan survei dan pengobatan massal kasus campak di Toubak, Distrik Abouyaga, Dogiyai,” kata Dokter Relawan Partai Perindo Papua Tengah. Desi Tebay, Selasa (21/3/2023).

Ia menceritakan, perjalanan demi perjuangan ini penuh dengan tantangan karena harus melalui medan yang sulit. “Akses ke lokasi hanya bisa jalan kaki sejauh 5 kilometer, lewat jalan kecil, lewat jembatan hingga mendaki gunung,” ujarnya.

Setelah menempuh perjalanan jauh, relawan dan kader Partai Perindo turun langsung ke Desa Toubaikebo kemudian bekerja sama dengan Puskesmas Abouyaga untuk melakukan pengobatan massal dan imunisasi anak sehat di halaman SD YPPK Tuguda di Toubai.

Masyarakat mengakui bahwa anak-anak sudah terpapar penyakit tersebut sejak Februari lalu. Kondisi ini menyebabkan banyak orang jatuh sakit dan meninggal.
Keluhan yang dirasakan antara lain demam, mata merah, batuk, pilek dan tanda-tanda yang biasa ditemukan pada penderita campak yaitu bercak putih keabu-abuan di bagian dalam pipi.

Penderitanya juga mengalami perubahan warna kulit yaitu timbul ruam bercak merah dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh. Setelah diperiksa dan didiagnosis campak, relawan Perindo langsung mencari terapi dan obat-obatan yang dibutuhkan penderita campak. “Kami melakukan terapi dan pengobatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terkait peningkatan dan pengelolaan kesehatan di daerah terpencil.

“Negara harus memperhatikan akses jalan agar lebih mudah menjangkau masyarakat untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.

(mengomel)

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *