
Memuat…
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan para buruh akan menggelar demonstrasi serentak pada awal Oktober mendatang. Foto/MPI
Baca juga: Temui Demonstran, Kasetpres Janji Tindaklanjuti Tuntutan Buruh
“Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Istana. Diikuti kurang lebih 5-7 ribu orang dari Jabodetabek,” kata Presiden KSPI yang juga Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).
Aksi tersebut akan mengusung tiga tuntutan: menolak kenaikan harga BBM, menolak omnibus law UU Cipta Kerja, dan menaikkan upah minimum pada 2023 sebesar 13%.
Ada beberapa alasan mengapa aksi ini diadakan. Pertama, harga minyak dunia turun. Oleh karena itu, pemerintah juga harus menurunkan harga BBM ke harga semula.
Alasan lainnya, lanjut Said, daya beli masyarakat pekerja, terutama pekerja, PRT, dan masyarakat miskin kota, turun 30% akibat kenaikan inflasi. Kenaikan inflasi disumbang oleh kenaikan harga sewa rumah sebesar 12%, kenaikan transportasi sebesar 20%, dan kenaikan harga pangan sebesar 15%.
“Dalam situasi seperti ini, tidak mungkin rakyat kecil bisa bertahan,” katanya.
Sedangkan BLT yang 150 ribu per bulan selama 6 bulan hanya permen dan tidak ada manfaatnya. Apa yang disebut BLT sebagai bantalan hanya mengasinkan air laut, tidak berhasil.
Di beberapa negara, dengan biaya bahan bakar yang lebih baik daripada Pertalite dan solar bersubsidi, mereka dapat menjual lebih murah. Said Iqbal menilai biang keladi dari semua ini adalah monopoli pengelolaan BBM yang tidak transparan, sehingga ada perusahaan yang menjual harga lebih murah dan didesak untuk menaikkan harga.
“Makanya, partai buruh bersama-sama dengan kelas buruh menggelar demonstrasi besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu buruh pada 4 Oktober lalu,” kata Said.

