
Jakarta (Partaipandai.id) – Grab Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada pelanggan dari perilaku tidak profesional mitra pengemudi taksi online.
Director of Four-Wheels and Corporate Strategy Grab Indonesia Astri Yunfia mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan konsumen terhadap platform mereka.
“Kami selalu tanggapi dengan serius jika ada laporan terkait tindakan mitra pengemudi terkait keamanan dan kenyamanan konsumen,” kata Astri dalam keterangan tertulis kepada Partaipandai.id, Kamis.
Baca juga: Pertamina meluncurkan program ‘Grab Your Bright’ di Lampung
Ia menjelaskan, Grab memiliki prosedur investigasi yang komprehensif dalam menangani kasus-kasus yang merugikan konsumen yang dilakukan oleh mitra pengemudi.
Jika ditemukan kasus seperti itu, pihaknya akan segera melakukan investigasi dengan menghubungi pelapor dan mitra pengemudi yang terlibat untuk informasi lebih lanjut. Selama proses penyelidikan, akun mitra pengemudi yang bersangkutan akan dinonaktifkan untuk sementara.
Jika terbukti telah terjadi pelanggaran terhadap kode etik mitra, Grab akan menerapkan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika diperlukan, Grab juga menawarkan berbagai dukungan dan bantuan yang dibutuhkan konsumen untuk penyelesaiannya, seperti sesi konseling psikososial dan pendampingan hukum, hingga bantuan keamanan siaga untuk perawatan jika diperlukan,” kata Astri.
Untuk memastikan pengemudi taksi online yang bekerja di bawah naungan Grab memiliki etika dan perilaku profesional, Grab telah menerapkan berbagai langkah, salah satunya dengan menerapkan proses seleksi dan pelatihan yang komprehensif sebelum menjadi mitra pengemudi.
Calon mitra pengemudi harus memenuhi berbagai persyaratan, antara lain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), usia calon mitra pengemudi, dan usia kendaraan.
Selain itu, seluruh mitra pengemudi juga wajib mengikuti pelatihan wajib sebelum aktif dan secara berkala setelah aktif, antara lain pelatihan kode etik layanan Grab, etika dan sopan santun dalam melayani penumpang, keselamatan dan keamanan berkendara, serta pencegahan tindakan kekerasan seksual.
Lebih lanjut Astri mengatakan, Grab juga memiliki mekanisme pengaduan dan sistem evaluasi yang efektif untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan terkait perilaku pengemudi taksi online.
Pelanggan dapat memberikan penilaian dan komentar kepada mitra pengemudi melalui aplikasi Grab. Selain itu, pelanggan juga dapat melaporkan perilaku yang membahayakan keamanan dan kenyamanan melalui fitur pengaduan yang disediakan Grab.
Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan Grab, Astri menyatakan perusahaan telah menyematkan lebih dari 20 fitur keselamatan di aplikasi Grab.
Ini termasuk tombol pengaman, fitur untuk berbagi informasi perjalanan, kontak darurat, pusat layanan 24/7, dan pemberitahuan mengenai perjalanan yang tidak sesuai rute atau berhenti tiba-tiba.
Grab juga memverifikasi mitra pengemudi dan konsumen menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan keamanan dalam perjalanan.
“Grab juga memberikan perlindungan asuransi kecelakaan bagi penumpang dan mitra pengemudi untuk mengatasi berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Selain itu, Grab secara rutin mengevaluasi SOP yang berlaku dan memantau masukan dari konsumen dan pihak lain untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan guna meningkatkan pelayanan kepada konsumen. ,” dia berkata.
Dengan langkah konkrit yang diambil Grab, perusahaan berkomitmen untuk memberikan perlindungan serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan saat menggunakan layanan taksi online.
Baca juga: Superbank menyalurkan pinjaman investasi kepada mitra Grab Indonesia
Baca juga: Mitra Grab Malang mengisi Ramadhan dengan tausiyah dan berbagi takjil
Baca juga: Tips agar UMKM berpenghasilan lebih saat Ramadan
Reporter: Fathur Rochman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

