Kakorlantas: Potensi gangguan samping merupakan titik kritis arus balik

Sedangkan untuk jalan tol umumnya terjadi di ‘gerbang’ gerbang tol dan berada di area ‘istirahat’

Jakarta (Partaipandai.id) –

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudhi mengatakan, potensi gangguan samping perlu dihindari masyarakat saat arus balik karena dapat menjadi titik rawan kemacetan.

“Yang harus diwaspadai adalah titik-titik yang terjadi penyempitan jalan. Potensi hambatan samping selalu kami sampaikan,” kata Firman dalam jumpa pers yang dipantau secara virtual di Jakarta, Minggu.

Adapun potensi gangguan sampingan, Firman merinci, seperti pasar tumpah, aktivitas masyarakat, dan perlintasan sebidang dengan rel kereta api. Ketiganya disebut sebagai daerah rawan di jalan arteri arus balik Lebaran 2023 ini.

“Sementara jalan tol umumnya terjadi di gerbang tol dan masuk tempat istirahat,” kata Firman lebih lanjut.

Untuk itu, Firman mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjadi penghalang bagi pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan saat lalu lintas kembali lancar.

“Bila ada hal-hal yang diperlukan, kami berharap saat menghentikan kendaraan yang berpotensi menjadi gangguan samping, dapat dihindari semaksimal mungkin,” sarannya.

Di sisi lain, arus balik Idul Fitri 1444 Hijriah diprediksi menjadi arus balik tertinggi sejak 2019. Puncak arus balik tahun ini diperkirakan terjadi pada 24-25 April 2023.

“Karena taruhannya dengan jumlah (petugas) yang ada, kami berharap bisa melayani semaksimal mungkin kepada masyarakat agar perjalanan mereka tidak terganggu,” kata Firman.

Penceramah : Fath Putra Mulya
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *