Kapolda: Petugas Polri-TNI akan diserahkan ke satuan masing-masing

Berat ringannya hukuman juga akan ditentukan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh orang tersebut

Kupang (Partaipandai.id) – Instansi Polri dan TNI di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyepakati proses hukum pelaku tawuran antara anggota TNI dan Polri di wilayah hukum Polda NTT akan diproses di institusi masing-masing.

“Nanti proses penyelidikan dan penyidikan akan diserahkan ke masing-masing unit, dan nantinya masing-masing unit akan melakukan penindakan dan proses hukum terhadap anggota yang terlibat,” kata Kapolda NTT Irjen Pol. Johanis Asadoma di Kupang, Kamis.

Hal itu disampaikannya saat menggelar konferensi pers dengan menghadirkan perwakilan dari tiga institusi TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut serta Wali Kota Kupang di Polda NTT.

Dia mengatakan, sudah menjadi kesepakatan bersama untuk mengambil tindakan internal terhadap personel yang terlibat langsung dalam kasus tersebut.

Namun, kata dia, prosesnya tentu memakan waktu lama dan butuh waktu untuk penyelidikan lebih lanjut atas perkelahian tersebut.

Baca juga: TNI-Polri di NTT membentuk tim khusus untuk menangani perkelahian antar elemen

“Kami sudah mengumpulkan sejumlah video tapi belum bisa memastikan siapa yang terlibat dalam kasus tersebut,” ujar mantan Kadiv Hubinter Polri itu.

Menurutnya, dalam aksi pembakaran tersebut, ada juga anggota TNI namun ada juga anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam aksi tersebut, sehingga pihaknya akan mengusut lebih lanjut.

Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Kolonel Simon Petrus Kamlasi mengatakan, pihaknya akan memproses hukum secara transparan bagi anggotanya yang terlibat langsung.

“Berat ringannya hukuman juga akan ditentukan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh orang tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (20/4) dini hari pukul 01.00 WITA, sejumlah anggota TNI dan Polda NTT terlibat baku hantam di Ngarai Oepoi dalam pertandingan final futsal antara tim Polda NTT melawan tim So. ;e Kota, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kejadian bermula saat suporter dari tim Polda NTT merayakan kemenangan dengan terjun ke lapangan, dan langsung ditegur petugas POM Angkatan Darat yang bertugas menjaga keamanan pertandingan.

Pertarungan berlanjut di luar Gor, sehingga pertandingan final futsal dihentikan pada pukul 23.30 WITA. Peristiwa itu berlanjut dengan pembakaran oleh anggota TNI terhadap kendaraan polisi, perusakan posko pengamanan Idul Fitri dan pembakaran sepeda motor.

Reporter: Kornelis Kaha
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *