
Palembang (Partaipandai.id) – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Palembang, Sumsel Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengimbau penyelenggara konser musik konsisten mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Mohkamad Ngajib, di Palembang, Minggu, mengatakan sesuai aturan, penyelenggara konser harus menyerahkan surat permohonan izin acara paling lambat 14 hari sebelum acara.
“Hal ini dilakukan karena pihak kepolisian perlu mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengan rangkaian konser tersebut dan menyesuaikannya dengan perencanaan lokasi,” ujarnya.
Kemudian, jelasnya, penyelenggara konser harus menandatangani kesepakatan bersama dengan pengelola lokasi.
Adapun kesepakatan menyebutkan bahwa venue yang dipilih cocok untuk konser yang direncanakan.
“Ya, di dalamnya pasti ada dulu titik darurat atau ruang kritis manajemen massa-Harus jelas, kapasitas kantong parkir, sirkulasi keamanan, peta denah lengkap dengan petunjuk arah masuk dan keluar penonton,” ujarnya.
Dia mengatakan, polisi mensyaratkan konser harus menyediakan ruang kritis per satu meter persegi hanya untuk 2-3 orang.
Critical space juga menjadi acuan penyelenggara konser dalam menentukan batas maksimal penonton.
“Misalnya, suatu tempat memiliki maksimal 3.000 orang dalam posisi berdiri. Jadi panitia tidak bisa membuka lagi, atau paling tidak mengurangi 3-4 persen dari kapasitas itu,” ujarnya seraya menyebut Jakabaring Sport City sebagai salah satu tempat yang tepat untuk menggelar konser di Palembang.
Mantan Direktur Ditsamapta Polda Metro Jaya itu mengatakan, kapasitas penonton maksimal menjadi salah satu poin aturan yang kerap dipatuhi penyelenggara konser musik.
Padahal seharusnya pihak penyelenggara memberikan perhatian serius terhadap aturan ini karena dibuat untuk keselamatan masyarakat sekaligus meminimalisir potensi darurat yang menimbulkan korban jiwa.
“Peraturan ini berlaku bagi siapa saja yang akan menggelar acara di Palembang, apalagi dengan kerumunan yang banyak. Harus dipatuhi, kita tidak bisa mentolerir dampak yang terjadi jika dilanggar, kita harus permainan ketakutan. Bahkan konser terakhir berjudul Wisata Senyum Indah Indonesia Kami tidak mengeluarkan lisensi untuk band-band papan atas (SLANK, red) karena ini,” katanya.
Reporter: Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Agus Setiawan
Redaksi Pandai 2022

