
Semarang (Partaipandai.id) – Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Ahmad Sahroni menilai aset pejabat negara sangat fantastis asalkan bisa dipertanggungjawabkan.
“Betapa fantastisnya harta seorang pejabat yang tidak biasa, tidak biasa,” kata Sahroni di sela-sela pelantikan pengurus HDCI di Semarang, Jumat malam.
Hal itu disampaikannya menanggapi breaking news tentang pejabat Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang memiliki aset fantastis dan menjadi sorotan publik.
Baca juga: Wamenkeu: Bea Cukai memanggil dan memeriksa pejabat yang memamerkan kekayaan
Baca juga: Sri Mulyani: Kenaikan aset Dirjen Pajak karena kenaikan harga aset
Sahroni mengatakan, jika pejabat itu bisa mempertanggungjawabkan hartanya dan melaporkannya ke KPK, itu sah-sah saja.
“Menurut saya sah kalau bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Wakil Ketua Komisi III DPR itu.
Ia juga mendukung imbauan pemerintah agar pejabat negara tidak pamer kemewahan atau hidup hedonistik.
“Termasuk pembubaran komunitas motor di salah satu lembaga yang juga dianggap sah,” ujarnya.
Baca juga: KPK akan mengundang Eko Darmanto untuk mengklarifikasi LHKPN
Baca juga: KPK akan mengklarifikasi harta pejabat pajak senilai Rp 56 miliar itu
Kepada pejabat negara, khususnya eksekutif, Sahroni berpesan agar selalu melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara berkala.
“Saya akan selalu menyampaikan LKHPN secara rutin sampai tahun 2022, karena itu tugas pejabat,” imbuhnya.
Sementara itu, pejabat HDCI dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri acara peresmian yang digelar di Hotel Padma Semarang.
Puluhan Harley Davidson dan mobil super milik anggota HDCI terparkir di pelataran parkir hotel yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Semarang.
Reporter: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Didik Kusbiantoro
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

