Komnas HAM berharap investigasi Kanjuruhan bisa meningkatkan sepak bola Indonesia

Jakarta (Partaipandai.id) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap langkah penyidikan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022, dapat memperbaiki dunia bangsa Indonesia. sepak bola.

“Jadi, (penyelidikan Komnas HAM) tidak hanya fokus mengungkap tragedi Kanjuruhan, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk memajukan sepakbola Indonesia,” kata anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM , Jakarta, Kamis.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, dalam melakukan penyelidikannya, Komnas HAM tidak hanya meminta keterangan dari pihak-pihak yang terkait langsung dengan tragedi Kanjuruhan, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan dunia sepakbola di tanah air, seperti APPI.

Siang tadi, kata Beka, Komnas HAM sudah meminta keterangan dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Dalam kesempatan itu, Komnas HAM meminta informasi kepada APPI terkait tanggapan mereka terhadap tragedi Kanjuruhan dan pengalaman para pemain terkait penyelenggaraan kompetisi di Indonesia.

Baca juga: Komnas HAM: Pemerintah daerah punya peran penting dalam penegakan HAM

Baca juga: Komnas HAM sedang dalam proses penentuan jadwal pertandingan Persebaya-Arema

“Saya kira ini adalah proses pengayaan informasi karena kami juga ingin memanfaatkan momentum ini untuk memajukan sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, anggota Komnas HAM Choirul Anam menambahkan, Komnas HAM juga meminta informasi dari APPI terkait hubungan antara komunitas sepak bola dengan komunitas satpam pertandingan sepak bola.

Baca juga: Komnas HAM mendapatkan video eksklusif Kanjuruhan milik korban meninggal

“Dari APPI, kami bertanya tentang hubungan antara komunitas sepak bola dan komunitas keamanan, sampai level apa, level apa, titik apa, alat apa yang digunakan, dan sebagainya. Jadi, semua itu kami dapatkan hari ini, ” dia berkata. nama.

Semua informasi rinci ini akan dimasukkan dalam laporan pemantauan dan investigasi akhir dari Komnas HAM terkait tragedi Kanjuruhan.

Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Chandra Hamdani Noor
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *