Kompolnas memastikan Polri mengungkap kasus Brigjen J sesuai prosedur

Jakarta (Partaipandai.id) – Sekretaris Komisi Kepolisian Negara (Kompolnas) Benny Mamoto memastikan Polri telah mengikuti prosedur dan transparan dalam mengungkap kasus baku tembak antar anggota yang menewaskan Brigjen J di rumah Kabag Propam Nonaktif. Inspektur Jenderal Pol. Fredy Sambo.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana keterbukaan yang dilakukan Polri,” kata Benny saat ditemui usai Kasus Laporan Dugaan Pembunuhan Direncanakan Brigjen J di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu malam.

Menurut Benny, kasus awal yang dihadiri Kompolnas dan keluarga melalui kuasa hukumnya merupakan bentuk transparansi dan objektivitas Polri dalam mengungkap kasus tersebut.

“Saya melihat dengan langkah-langkah seperti ini, itu merupakan bentuk transparansi yang dilakukan Polri. Undang pihak luar, undang pengacara (lawyer), dan pengacara diberi kesempatan untuk menyampaikan segala keluhan, temuan, dan permasalahan, lalu begini. dijadikan bahan pendalaman, dan menjadi bahan evaluasi,” kata Benny.

Baca juga: Polisi mengungkapkan temuan bukti CCTV baru dalam kasus tebak-tebakan antar anggota

Hasil kasus awal, kata Benny, semua pihak yang hadir sepakat untuk melakukan ekshumasi atau otopsi ulang demi keadilan sesuai keinginan keluarga yang disampaikan tim hukum.

Menurut Benny, pertimbangan keluarga meminta Polri melakukan otopsi ulang untuk kepastian hukum dan menjawab kecurigaan keluarga terhadap luka di tubuh Brigadir J.

“Kalau kita lihat sejak keluarga menerima peti mati dan tidak boleh dibuka, keluarga curiga, maka ketika mau ditambah formalin, mereka buka (peti mati) ternyata lebih mencurigakan, jadi mereka berharap. kepastiannya,” kata pensiunan Polri itu.

Judul kasus awal, lanjut Benny, tidak menyampaikan hasil otopsi awal yang telah dilakukan kedokteran forensik kepada pihak keluarga, sehingga pihak keluarga meminta dilakukan otopsi ulang dengan melibatkan pihak independen.

Baca juga: Kapolri Nonaktifkan Paminal Karo dan Kapolda Jakarta Selatan

Pihak-pihak independen yang akan dilibatkan, seperti Komnas HAM, Kompolnas, dan sejumlah rumah sakit, seperti RS Polri, RSCM, dan asosiasi dokter forensik. Jadwal pasti untuk penggalian belum diketahui.

Kompolnas terlibat dalam tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam mengungkap kasus baku tembak antar anggota di rumah Propam Kadiv Inaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

Dikatakannya, Kompolnas turun tangan untuk mengawal seluruh aspek, kinerja, dan SOP yang dilakukan penyidik ​​Polri dalam mengungkap kasus baku tembak antar anggota yang menewaskan Brigadir J.

Baca juga: Mabes Polri menggelar kasus awal laporan keluarga Brigadir J

Kompolnas telah mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, kemudian mengunjungi keluarga Brigjen J di Jambi. Termasuk hasil otopsi penyebab kematian akibat tembakan di kepala dan dada.

“Datang ke TKP untuk melihat suasananya seperti apa, posisinya di mana, di TKP masih ada alat peraga, posisi ini di mana, semuanya ada, arah tembakannya pakai benang,” jelasnya.

Benny mengatakan di TKP ia menemukan lubang tembakan di dinding rumah di beberapa lokasi, seperti di dekat tangga menuju ke atas.

“Ada tembakan karena masih ada bekasnya, sudah diberi tanda, diberi nomor, dan ditarik benang dari mana asal tembakan. kalau TKP seperti itu,” kata Benny.

Dalam kesempatan itu, Kompolnas menyinggung pelukan antara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Irjen Pol. Ferdy Sambo beberapa waktu lalu menjadi masalah karena terbongkar.

“Ya itu kan silaturahim, itu kan silaturahim antara kalian berdua. Bukan (ada yang salah) tapi terekspos itu masalah,” ujarnya.

Reporter: Laily Rahmawaty
Redaktur: Herry Soebanto
Redaksi Pandai 2022

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *