
Kalau presiden sudah meresmikannya, itu hanya seremonial saja, jadi tidak diresmikan lalu jalan terus, tidak, jalankan saja, lebih cepat lebih baik.
Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta lima Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah selesai pembangunan fisiknya untuk segera dioperasikan.
“Saya sudah sampaikan kepada Pak Jefry dan Pak Robert untuk segera berkoordinasi dengan teman-teman yang terlibat dalam unsur lintas batas, keimigrasian, bea cukai, karantina dari pertanian dan lain-lain. Semua, agar segera beroperasi, kami akan beroperasi lima ini,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Penertiban Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2023 di Jakarta Utara, Kamis.
Lima PLBN baru yang siap diresmikan adalah PLBN Serasan di Natuna, Kepulauan Riau; PLBN Jagoi Babang di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar); PLBN Sei Nyamuk di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Kemudian, PLBN Napan di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT); dan PLBN Yetetkun di Boven Digoel, Papua Selatan.
Baca juga: Mendagri menyampaikan bahwa koordinasi menjadi kunci dalam pengelolaan perbatasan RI
Menurut dia, pengoperasian lima PLBN baru itu bisa dilakukan serentak sambil menunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikannya secara serentak. Total PLBN operasional adalah tiga belas PLBN hingga tahun 2023.
“Kalau presiden sudah meresmikannya, itu hanya seremonial saja, jadi belum diresmikan, tinggal jalan saja, tidak, jalankan saja, lebih cepat lebih baik,” pintanya.
Tito mengatakan menjaga perbatasan sangat penting, terutama bagi Indonesia. Karena Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dan juga negara kepulauan terbesar di dunia, membuat pengelolaan perbatasan menjadi tidak mudah.
“Untuk menjaga seluruh kedaulatan negara, setidaknya dibutuhkan 70 PLBN,” tambah Tito.
Tak hanya itu, pembangunan PLBN tersendat akibat realokasi dan memfokuskan kembali anggaran akibat pandemi Covid-19. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga terus berkonsentrasi pada upaya strategis percepatan pembangunan PLBN sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sekitar 26 PLBN.
“Sekarang mungkin perlu restart, sudah mulai lagi untuk melanjutkan beberapa segmen,” katanya.
Baca juga: Tito: Semangat nasionalisme muncul karena melihat kondisi perbatasan Indonesia yang baik
Baca juga: Mendagri: Penyelundup senjata api diancam hukuman mati
Reporter: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Indra Gutom
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

