
“Korban berjatuhan tidak hanya dari warga sekitar dan pendatang, tapi juga aparat TNI dan Polri,”
Jakarta (Partaipandai.id) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah pemerintah, TNI dan Polri menambah pasukan untuk menindak tegas gerakan separatis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Dia menilai tindakan tegas dan terukur perlu dilakukan karena separatis KKB kerap menggunakan kekerasan dan senjata mematikan melalui aksi perusakan dan pembunuhan.
“Korban berjatuhan tidak hanya warga sekitar dan pendatang, tapi juga aparat TNI dan Polri,” kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet di Jakarta, Sabtu.
Bamsoet juga mendukung keputusan pemerintah untuk mengkategorikan KKB di Papua dan semua organisasi serta orang-orang yang tergabung di dalamnya dan yang mendukung gerakan tersebut sebagai teroris.
Menurutnya, sikap pemerintah tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Ia juga berpendapat bahwa pemerintah harus terus membangun dialog dengan pemerintah daerah dan tokoh adat, suku, agama, pemuda dan masyarakat Papua lainnya.
“Dialog dengan pemerintah daerah dan berbagai tokoh, dengan mengutamakan kemurahan hati masing-masing pihak, diharapkan dapat menghasilkan solusi yang komprehensif terkait masa depan tanah Papua yang aman dan damai,” ujarnya.
Bamsoet menjelaskan Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono menaikkan status Siaga Tempur di Kabupaten Nduga, menyusul penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap prajurit TNI yang terlibat dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air, yang menyebabkan lima prajurit TNI tewas.
Menurutnya, masyarakat Papua tidak perlu khawatir dengan status Siaga Tempur, karena TNI menerapkannya secara tegas, terukur dan terkendali, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
Ia juga mengingatkan, menjelang pertengahan 2023, berbagai aksi kekerasan akan terus terjadi di Papua, misalnya pada awal Februari terjadi kerusuhan di Wamena yang dilatarbelakangi dugaan penculikan anak.
“Peristiwa tersebut menyebabkan 12 orang tewas dan 18 personel TNI-Polri serta 32 warga sipil luka-luka. Tak hanya itu, pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthen, disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 ,” dia berkata.
Dia menilai, selain mengerahkan pasukan untuk mempersempit gerakan separatis KKB, perlu dilakukan dialog dengan masyarakat di wilayah tersebut.
Langkah dialog tersebut, menurut Bamsoet, akan memperkuat pendekatan kesejahteraan yang dianut Presiden Joko Widodo selama 10 tahun memimpin Indonesia dalam memajukan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua.
“Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur jalan, sekolah, puskesmas dan bangunan lainnya, tetapi juga membangun ‘jiwa’ bangsa Papua yaitu membangun berdasarkan nilai-nilai bangsa Papua,” ujarnya.
Ia menegaskan, mendekati usia 78 tahun kemerdekaan Indonesia, wajah Papua yang aman dan damai harus segera diwujudkan, bukan lagi sekadar jargon atau angan-angan.
Bamsoet percaya bahwa masyarakat Papua harus merasa diberkahi dengan berbagai sumber daya alam yang dimilikinya agar dapat hidup damai dan sejahtera di tanahnya sendiri, tidak lagi harus berurusan dengan KKB atau bentuk kekerasan lainnya.
Reporter: Imam Budilaksono
Editor: Agus Setiawan
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

