
Palangka Raya (Partaipandai.id) – Polda Kalteng sedang menyelidiki penyebab tewasnya anggota polisi Aipda Andre Wibisono di kawasan Jalan Rindang Banua, Kompleks Puntun, Kota Palangka Raya, yang dikenal sebagai kampung narkoba.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro saat dihubungi di Palangka Raya, Sabtu, membenarkan, korban meninggal dunia pada Jumat (2/12) sore adalah anggota Polri yang bertugas di Polda Kalteng. Bidokkes Polda Kalteng dan kini kasusnya juga sudah ditangani pihak kepolisian setempat. .
Baca juga: Penyidik menahan penetapan tersangka Ismail Bolong
“Benar yang bersangkutan adalah anggota Polri. Dalam hal ini kami masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui apa yang menyebabkan hal tersebut,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini selain melakukan pemeriksaan, anggota juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui persis kasus tersebut. Pemeriksaan saksi bertujuan untuk mengetahui siapa pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan kematian korban.
“Setelah memeriksa saksi-saksi, anggota juga melakukan olah TKP di TKP,” kata Eko.
Dari data yang terkumpul, seorang anggota polisi yang dinyatakan tewas akibat dugaan pembunuhan tersebut mengalami banyak luka di bagian mata baik benda tajam maupun benda tumpul di tubuhnya.
Tak hanya itu, di tubuh korban juga ditemukan bersarang peluru senapan angin. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan warga ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Bahkan dari video yang beredar melalui WhatsApp yang diambil warga sekitar, evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan tandu yang didorong gerobak karena akses jalan yang cukup sulit.
Kondisi korban diduga masih hidup saat dievakuasi sejumlah warga.
Korban saat itu meminta pertolongan saat terjatuh ke rawa tempat tinggal warga. Kini polisi sedang melakukan penyelidikan dan penyisiran TKP.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal Napitupulu juga membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif kejadian tersebut.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata Faisal kepada wartawan.
Baca juga: Satgas Pangan Polri membantu pemerintah daerah mengendalikan harga pangan untuk mencegah inflasi
Baca juga: Kompolnas mengapresiasi kinerja Polri dalam menangani keamanan nasional
Baca juga: Polisi Nasional: Penilaian risiko untuk stadion “gelembung” Liga 1 masih dalam proses
Reporter: Kasriadi/Adi Wibowo
Editor: Tasrief Tarmizi
Redaksi Pandai 2022

