
Jakarta (Partaipandai.id) –
“Angka tersebut terus menguat jika dibandingkan hasil survei sebelumnya pada Agustus 2022 yang hanya 56,3 persen,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Edi menjelaskan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan 2-14 Desember 2022 dengan melibatkan 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas.
Menurutnya, salah satu alasan kinerja Polri semakin dipercaya adalah soal ketegasan dan transparansi dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Baca juga: Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas
Selain itu, upaya penegakan hukum terhadap mantan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Teddy Minahasa yang diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba juga menjadi alasan responden semakin percaya kepada Polri.
“Instruksi Kapolri dalam menyelenggarakan penilangan elektronik dan penghentian penilangan manual di seluruh Indonesia juga turut meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambah Edi.
Selain itu, sinergi TNI dan Polri dalam pengamanan KTT G20 di Bali juga mendapat respon positif dari responden survei.
“Sinergi antara Polri dan TNI dalam mengawal kegiatan internasional G20 di Bali memberikan kontribusi peningkatan kepercayaan publik mencapai 71,4 persen,” kata Edi.
Baca juga: Polri langsung melimpahkan kasus Ismail Bolong ke Kejaksaan Agung
Baca juga: Pelengkap: Tingkat kepercayaan Polri naik menjadi 71,4 persen
Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Fransiska Ninditya
Redaksi Pandai 2022

