Tito mengingatkan pemerintah daerah yang memiliki inflasi tinggi untuk mengendalikannya

Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (pemda) yang daerahnya masuk kategori inflasi tinggi untuk segera mengambil langkah pengendalian.

“Yang termasuk daerah tinggi mohon diperhatikan. Ada 46 kota yang mengalami inflasi di atas inflasi nasional. Walaupun ada yang sangat tinggi, ada juga yang kenaikannya tidak terlalu tinggi, tetapi ada yang sangat perlu diperhatikan,” kata Tito seperti dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa.

Ke-46 kota tersebut meliputi Kabupaten Pangandaran dan Kota Cimahi, Jawa Barat; Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Dalam kesempatan itu, Tito menyoroti Kota Cimahi yang mengalami kenaikan harga cabai merah.

Baca juga: Pemerintah berusaha menekan inflasi dari biaya transportasi udara

Baca juga: Angkatan Laut Kendari menggalakkan penanaman cabai di pekarangan untuk menekan inflasi

“Padahal di daerah lain cabai merah terkendali. Tapi ini (Cimahi) masih meningkat. Daerahnya subur, dikelilingi banyak produsen cabai, tapi cabai masih menjadi penyumbang inflasi di Cimahi,” ujarnya.

Selanjutnya, Tito juga mengingatkan agar pemerintah daerah perlu memahami komoditas di daerahnya yang menjadi penyumbang inflasi. Dengan demikian, kata dia, pemerintah daerah bisa melakukan intervensi agar harga komoditas tetap stabil.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah melakukan empat langkah intervensi untuk mengendalikan inflasi, yaitu dengan memperlancar distribusi pangan; menghadirkan gerakan sembako murah; penyaluran cadangan pangan pemerintah, terutama beras, daging ayam, dan telur ayam; serta koordinasi dan harmonisasi, khususnya terkait harga gula.

“Yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan adanya perubahan pola permintaan akibat Idul Adha pada 28/29 Juni 2023. Terutama peningkatan permintaan hewan kurban sapi dan kambing hidup,” ujar Tito.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi inflasi akibat pengaruh fenomena El Nino. Menurutnya, langkah antisipatif penting untuk mencegah terjadinya krisis pangan.

Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *