
Jakarta (Partaipandai.id) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD optimis Satgas BLBI mampu mengumpulkan seluruh dana pinjaman negara penjamin/ debitur BLBI senilai Rp 110,4 triliun dalam waktu lima tahun.
Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Satuan Tugas Penanganan Tagihan Negara atas Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyampaikan optimismenya mencerminkan capaian yang telah dicapai satgas tersebut setelah bekerja selama kurang lebih dua tahun.
“Kalau masa kerja Satgas BLBI diperpanjang lima tahun lagi, semua (uang negara yang dipinjam) akan didapat. penjamin/debitur BLBI), karena menurut Dirjen kerja sama seperti ini efektif,” kata Mahfud MD usai menghadiri acara serah terima aset eks BLBI di Jakarta, Selasa.
Namun, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas BLBI, masa kerja satgas tersebut berakhir pada 31 Desember 2023.
“Tahun ini merupakan tahun berakhirnya masa tugas Satgas BLBI. Di sisi lain, sebenarnya masih ada potensi pengembalian hak negara dari penjamin, debitur yang memiliki kemampuan membayar, dan menjalankan usaha, tetapi tidak mempunyai itikad baik untuk melunasi, termasuk melakukan tindakan penyembunyian atau pemindahtanganan harta kekayaannya. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan yang komprehensif dan waktu penanganan yang lebih lama,” ujar Mahfud MD.
Permintaan perpanjangan masa kerja Satgas BLBI ini sebelumnya disampaikan Ketua Pelaksana Satgas BLBI Rionald Silaban saat serah terima aset eks BLBI di Jakarta, Selasa. Harapan yang sama disampaikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan pada acara serah terima.
Terkait hal itu, Mahfud memberi isyarat agar Satgas BLBI bisa diperpanjang masa kerjanya, meski Satgas harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu hingga akhir tahun 2023 sambil menunggu hasil evaluasi kinerjanya.
“Kalaupun diperpanjang, paling lambat Agustus (2024), karena September dan Oktober sudah dalam proses pergantian pemerintahan baru,” kata Mahfud MD.
Satgas BLBI periode Juni 2021 hingga Mei 2023 berhasil mengumpulkan hampir 30 persen dari total pinjaman uang negara. penjamin/BLBI debitur atau sekitar Rp30,66 triliun.
“Sejak Satgas BLBI efektif beroperasi tahun 2021 hingga saat ini, perolehan Satgas mencapai Rp30.659.140.833.166 (Rp30,66 triliun),” ujar Mahfud MD.
Rinciannya, lanjutnya, berupa uang tunai (PNBP ke kas negara) Rp 1,1 triliun, penyitaan dan penyerahan agunan lainnya serta penyerahan agunan aset seluas 1.784,34 hektar dengan nilai perkiraan Rp 14,77 triliun, fisik penguasaan aset properti seluas 1.862,91 hektar dengan perkiraan nilai setara Rp 9,278 triliun.
Kemudian, penyerahan aset kepada kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah seluas 278,6 hektare dengan nilai perkiraan Rp. 3,07 triliun, dan penanaman modal negara (PMN) nontunai seluas 54 hektar dengan perkiraan nilai Rp. 2,49 triliun.
Menurut Mahfud, perolehan ini merupakan capaian yang luar biasa bagi Satgas BLBI, karena pada saat akan dibentuk banyak pesimisme yang disampaikan oleh orang-orang di sekitarnya yang mengumpulkan uang negara dari anggota. penjamindebitur bukanlah hal yang mudah.
“Menurut saya, capaian Satgas BLBI seperti tersebut di atas sangat luar biasa, karena ada yang pesimis 10 persen saja tidak mungkin. Kita sudah hampir 30 persen dengan sisa 6 bulan ke depan,” kata Mahfud MD.
Baca juga: Mahfud: Gugus Tugas BLBI akan menyelesaikan selisih perhitungan utang akhir pada 2023
Baca juga: Mahfud mengatakan dirinya ditawari posisi calon wakil presiden Anies, namun ditolak
Pemberita: Genta Tenri Mawangi
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

