
Jakarta (Partaipandai.id) – Anggota DPR RI Intan Fauzi mengapresiasi kebijakan dan langkah strategis Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dalam mengatasi penurunan harga tandan buah segar (TBS).
“Diharapkan langkah Mendag Zulhas dapat menjaga inflasi dalam jangka panjang,” kata Intan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, Zulhas menetapkan kebijakan tersebut setelah mengatasi kelangkaan minyak goreng, di mana pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas tersebut memberikan kontribusi inflasi hingga 0,66 persen sebagaimana dicatat Badan Pusat Statistik (BPS).
“Saat ini pasokan minyak goreng sawit sesuai HET Rp 14 ribu per liter untuk migrasi curah (minyak goreng) sudah tersedia dan harganya relatif stabil, sehingga tidak berdampak inflasi dan tidak bising. dari orang yang mengantri,” jelasnya.
Intan meyakini kebijakan pembebasan pungutan ekspor minyak sawit mentah atau minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya akan menaikkan harga TBS secara signifikan di atas Rp. 2.000 per kilogram.
Baca juga: Bawaslu periksa dugaan pelanggaran kampanye Zulkifli Hasan
Sebelumnya, lanjutnya, ada pungutan ekspor ketika produsen ingin mengirim minyak ke luar negeri ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar US$200. Sejak Zulhas dicabut, diharapkan tidak ada lagi pungutan yang dikenakan kepada produsen.
“Selain membebaskan pungutan, Kemendag juga memperpendek jangka waktu dasar penghitungan atau penetapan harga patokan ekspor (HPE) dari bulanan menjadi dua mingguan. Kami yakin kebijakan ini akan mempercepat peningkatan ekspor,” kata anggota Komisi VI DPR.
Dengan meningkatnya ekspor minyak sawit mentah, selain menjaga inflasi domestik, juga mendatangkan devisa dan penerimaan negara. Peningkatan ekspor juga sekaligus menjadi solusi atas tangki-tangki penampung yang selama ini bermasalah.
“Kebijakan yang diambil Mendag secara langsung juga membuat pengelolaan sawit berimbang dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Baca juga: Kelompok sipil melaporkan dugaan pelanggaran terhadap Zulkifli Hasan. kampanye
Sebelumnya, Zulkifli Hasan melakukan inspeksi mendadak di Pasar Cibinong, Bogor, untuk menaikkan harga TBS kelapa sawit menjadi Rp 2.000 ribu per kilogram.
“Tugas saya sekarang itu dan menteri-menteri lainnya diperintahkan Presiden untuk bekerja keras melakukan segala upaya agar TBS harus di atas Rp 2.000 per kg,” katanya.
Ia juga menginstruksikan penghapusan pungutan ekspor kelapa sawit dilakukan hingga akhir Agustus 2022. Selain itu, Kementerian Perdagangan meningkatkan pangsa ekspor minyak sawit dari 1 menjadi 5 menjadi hampir 1 menjadi 9, sehingga dapat memenuhi ekspor 8.400 ton.
Zulhas juga berencana untuk mencabut aturan kewajiban pasar domestik (DMO) dan kewajiban harga domestik (DPO) dalam rangka meningkatkan harga TBS kelapa sawit.
“Saya anggap DMO, DPO tidak perlu lagi. Kami menilai ekspor bisa cepat,” katanya.
Baca juga: Zulhas mengatakan pemerintah serius dalam mengantisipasi krisis pangan dan energi
Reporter: Fauzi
Editor: Fransiska Ninditya
Redaksi Pandai 2022

