“Korban teridentifikasi melalui gigi sulung. Melalui kalung sekunder dengan tali hitam, gelang huruf H. Ada kesamaan ciri dengan tinggi badan 135 sentimeter,”
Makassar (Partaipandai.id) – Tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi dua jenazah yang ditemukan warga di dua lokasi berbeda sebagai korban bencana longsor di Dusun Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Tim DVI telah mengidentifikasi dua kantong jenazah yang ditemukan di wilayah Polsek Lapriaja Kabupaten Bone dan Polsek Mallawa Kabupaten Maros yang menjadi korban longsor,” kata Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Kaur Biddokes) Polda Sulsel, Kompol Abdul Rahman, di Dr La Palaloi, Maros, Sabtu.
Dia menjelaskan, hasil tas pertama dengan nomor 002 diketahui korban 004 atas nama Nur Hikmah alias Adel, berusia 12 tahun, perempuan. Alamatnya Dusun Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
“Korban teridentifikasi melalui gigi sulung. Melalui kalung sekunder dengan tali hitam, gelang huruf H. Ada kecocokan ciri-ciri dengan tinggi badan 135 sentimeter,” ujarnya.
Untuk kantong jenazah kedua bernomor 003, teridentifikasi sebagai korban 002 atas nama Emi, perempuan, 30 tahun, beralamat di Dusun Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
“Hasil pemeriksaan primer gigi dipasang kawat gigi. Melalui data sekunder liontin emas, kalung emas dan terdapat luka keloid di leher. Tinggi badan 155 sentimeter. Data yang kami baca sudah sesuai dan tidak terbantahkan berdasarkan ciri-cirinya. dan data yang kami terima,” kata Kompol Rahman menegaskan.
Proses identifikasi DVI jenazah korban dilakukan selama tiga jam di RSUD setempat setelah ditemukan warga di kawasan Lapriaja Bone dan Pallawa Maros pada Jumat, 7 Januari 2023. Setelah dilakukan identifikasi, korban langsung dibawa ke pihak keluarga untuk divisum. proses pemakaman.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Maros, Inspektur Satu (Iptu) Slamet mengatakan, korban ditemukan warga di tempat berbeda, yakni di kawasan Lapriaja, Bone, dan Mallawa, Maros. Kedua korban ditemukan di tepi sungai yang diduga terbawa arus deras saat cuaca ekstrim beberapa hari terakhir.
“Korban pertama ditemukan warga di Lapriaja Bone saat hendak melaut. Korban tersangkut di semak belukar di pinggir sungai. Jarak dari lokasi longsor ke lokasi ditemukan sekitar 50 kilometer,” ujarnya.
Adapun korban kedua ditemukan lima jam setelah korban pertama di kawasan Mallawa Maros. Saat itu, warga sekitar sedang pergi ke sawah dan menemukan mayat di tepi sungai.
“Korban ditemukan di kawasan Camba, Mallawa, sekitar 30 kilometer dari lokasi longsor. Ditemukan warga saat menuju ke sawah mereka,” tambah Slamet.
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Rabu (28/12/2022) dan menimpa rumah warga setempat. Menurut data Basarnas, ada enam korban jiwa. Dua orang yang ditemukan dalam operasi SAR yakni Ilham (48) dan Rimang (80) berjenis kelamin laki-laki.
Hingga hari ketujuh penutupan operasi SAR, empat korban belum ditemukan, masing-masing Dilla (14), Emi (30), Nur Hikmah alias Adel (12) dan Cellung (2). Hingga akhirnya kedua korban yakni Emi dan Nur Hikmah ditemukan warga di tempat yang berbeda, sedangkan dua korban lainnya sampai saat ini belum ditemukan.
Baca juga: Basarnas Sulsel Tutup Operasi SAR Longsor Maros
Baca juga: Tim SAR menemukan satu dari lima korban longsor Maros
Baca juga: Warga Maros memanfaatkan masjid dan kampus sebagai lokasi pengungsian
Reporter: M. Darwin Fatir
Redaktur : Muhammad Yusuf
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

