
memuat…
Sunan Gunung Jati menjadi salah satu penyebar Islam di pulau Jawa yang memiliki kharisma melebihi akal manusia. Berkat karomah inilah, para petinggi di kerajaan lain akhirnya memeluk Islam. Foto ilustrasi
Suatu ketika konon Sunan Gunung Jati pernah berkunjung ke negeri tirai bambu China. Dia mengunjungi dua teman lamanya hingga akhirnya memasuki wilayah China. Dikisahkan Sunan Gunung Jati atau dengan nama Syekh Maulana dalam naskah Mertasinga, melalui sebuah desa kecil bernama Desa Munjul, di sinilah awalnya dilakukan upacara Long Jimat.
Dikisahkan pula bahwa Sunan Gunung Jati terkenal dengan kesakralannya. Dikutip dari “Sajarah Wali Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati: Naskah Mertasinga”, terjemahan Amman N. Wahju, orang Tionghoa datang menemuinya dengan sangat takjub, lalu mereka masuk Islam.
Namun, mereka merahasiakan kepercayaan baru mereka karena mereka takut pada raja mereka. Kabar kehadiran Syekh Maulana tersebar ke seluruh tanah air. Tersebar kabar tentang kehadiran high-skilled high priest.
Kabar kehadiran seorang mandraguna yang sakti akhirnya menyebar ke seluruh negeri, hingga sampai ke telinga Raja Cina. Raja pun memanggil perdana menterinya yang bernama Patih Sampo Talang. Dia disuruh menelepon Sunan Gunung Jati karena ingin mengujinya.
Patih Sampo Talang langsung menemui Sunan Gunung Jati. Sesampainya di hadapannya, Ki Patih terkesima melihat wajahnya memancarkan cahaya bening, hingga menembus kalbunya. Sampo Talang menjadi sangat kesal hingga akhirnya menangis dan mengungkapkan keinginannya untuk masuk Islam sebagai pengikut.
Seperti yang lainnya, dia merahasiakan keyakinannya karena takut pada rajanya. Kemudian Sang Patih menyampaikan pesan rajanya kepada Syekh Maulana untuk bertatap muka. Syekh Maulana pergi memenuhi undangan Raja Cina. Ketika dia dan Patih Sampo Talang menuju istana raja, dia mendengar suara memberi peringatan kepada Syekh Maulana.
“Syekh Maulana, jangan melampaui Islamisasi Raja Cina. Jangan melampaui apa yang dia minta,” kata suara itu. Sumber suara tak dikenal itu menuturkan, sejak lama raja sulit menerima keberadaan Islam dan sulit diajak memeluk Islam.
Dikisahkan bahwa Sunan Gunung Jati sudah datang sebelum raja Cina, raja meminta bantuan Sunan Gunung Jati untuk memeriksakan anaknya Anyon Tin yang menderita penyakit maag menahun maupun tidak. Raja pun mengatakan jika anaknya sembuh, akan diberikan kepada Sunan Gunung Jati untuk dinikahi.
Setelah melihat putri Anyon Tin, Syekh Maulana mengatakan bahwa putri Raja China itu menderita penyakit bisul yang tidak akan sembuh sampai Anyon Tin meninggalkan istana. Mendengar jawaban Sunan Gunung Jati, sang raja menjadi marah.

