Orang tua diimbau untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan masuk Polri

Kupang (Partaipandai.id) – Perwakilan Ombudsman RI Nusa Tenggara Timur mengimbau masyarakat atau orang tua untuk tidak percaya dengan berbagai janji oknum yang menjanjikan kelulusan bagi siswa yang mengikuti tes masuk Polri.

“Saat ini pendaftaran calon mahasiswa bintara dan lainnya sudah dibuka, bagi masyarakat NTT yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai calon Perwira Polri harus memenuhi semua persyaratan pendaftaran,” Ketua Ombusdman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton kepada Partaipandai.id di Kupang, Kamis.

Baca juga: Kapolri mempresentasikan capaian kinerja 2022 di hadapan DPR RI

Untuk diketahui, pelaksanaan tes penerimaan Tes Masuk Perwira Polri telah dibuka kembali bahkan waktu pendaftaran diperpanjang hingga Senin (17/4) pekan depan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran dari masyarakat, baik masyarakat umum maupun anggota Polri yang bersedia untuk lulus menjadi anggota Polri dengan bayaran sejumlah nominal tertentu.

Darius meminta jika ada janji wisuda dengan membayar sejumlah uang untuk dilaporkan ke bagian Propam Polda NTT dan tidak membuat kesepakatan bersama untuk membayar jika dinyatakan lulus.

“Karena bisa saja yang lulus adalah yang benar-benar memenuhi syarat dan dinyatakan lulus, bukan karena membayar sejumlah uang ke polisi,” ujarnya.

Ia sudah bertemu dengan Kabid Propam Polda NTT Kombes Pol Dominicus Savio Yempormase beberapa waktu lalu di kantornya.

Dalam pertemuan itu, Darius juga mengaku keduanya membahas penegakan disiplin Polri terhadap anggota yang dilaporkan sebagai calo penerimaan calon mahasiswa Polri.

Mereka menerima sejumlah uang dari orang tua calon mahasiswa Polri Bintara dengan janji lulus, namun ternyata peserta dinyatakan tidak lulus dan diminta uangnya kembali.

“Saya antusias mendengar segala upaya penegakan disiplin yang telah dilakukan Kabid Propam Polda NTT terhadap anggota yang terbukti bersalah. Bahkan ada yang tertangkap tangan oleh tim Propam Polda NTT,” ucapnya .

Hal itu, lanjutnya, menjadi bukti keseriusan Divisi Propam dalam memberantas anggota yang nakal. Darius juga yakin penegakan disiplin yang tegas akan berdampak pada peningkatan pelayanan kelembagaan Polri dan bermuara pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Saya selalu bilang, perubahan belum tentu membawa perbaikan, tapi bisa dipastikan untuk menjadi lebih baik, semuanya harus berubah,” imbuhnya.

Baca juga: Seminar STIK Polri memaparkan dampak negatif dari politik identitas
Baca juga: Polisi: Ada masyarakat yang sudah mudik Lebaran 2023 tadi
Baca juga: Kapolri meminta maaf atas tindakan anggota Polri

Reporter: Kornelis Kaha
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © Partaipandai.id 2023

Sumber

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *