
Jakarta (Partaipandai.id) – Tokoh Adat (Ondoafi) Desa Abar Sentani, Jayapura, Papua, Cornelis Doyapo berharap kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe segera diselesaikan.
Menurut Cornelis, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, kasus tersebut perlu diselesaikan karena masyarakat Papua menginginkan perdamaian dan tidak terganggu oleh masalah apapun.
“Masyarakat Papua menginginkan perdamaian dan tidak diganggu oleh masalah apapun,” katanya.
Baca juga: Tokoh Adat Minta Masyarakat Dukung Proses Hukum KPK, Lukas Enembe
Kemudian, kepada masyarakat Papua, Cornelis meminta mereka untuk tidak terpengaruh dan tidak terprovokasi terkait perkembangan kasus Lukas Enembe.
“Lukas Enembe sebagai pemimpin harus berada di depan dan berani berkorban untuk masyarakat, bukan bersembunyi di belakang rakyatnya,” harap Cornelis.
Cornelis kemudian menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak ingin masalah hukum yang menjerat Lukas Enembe dibawa ke isu politik, seperti munculnya wacana untuk menjadikan Lukas Kepala Suku Papua.
“Lukas Enembe hanya dikenal sebagai Gubernur, bukan kepala suku besar Papua,” katanya.
Ia menjelaskan, semua daerah di Papua memiliki suku dan kepala sukunya masing-masing.
Sebelumnya, Ketua Gerakan Pemuda Jayapura, Jack Puraro, juga menegaskan bahwa Lukas Enembe bukanlah kepala suku besar di Papua, seperti yang diklaim sekelompok orang.
Jack menyatakan bahwa Papua bukan milik satu suku, tetapi milik banyak suku di Papua dan setiap suku memiliki perangkat adatnya sendiri yang terstruktur dalam sistem kepemimpinan tradisional.
“Ada ondofi, kepala suku, kepala kerep, hingga para utusan,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Dewan Adat di Tanah Tabi yang wilayahnya meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi tidak pernah memberikan legitimasi kepada Lukas Enembe sebagai kepala suku di Papua atau mengangkat Lukas Enembe sebagai kepala suku.
“Kalau di daerah Lapago dan Meepago menunjuk Lukas sebagai kepala suku, itu kewenangan masyarakat adat di sana. Tapi kalau untuk mengawasi seluruh tanah Papua, maka yang memberikan pernyataan seperti itu harus segera mengklarifikasi,” tegasnya.
Baca juga: Aktivis mengimbau pemuda Papua bersikap bijak menyikapi kasus Lukas Enembe
Baca juga: Tokoh pemuda menegaskan bahwa Lukas Enembe bukanlah kepala suku besar di Papua
Baca juga: Akademisi mengingatkan kasus Luke Enembe untuk ditangani dengan hati-hati
Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Tasrief Tarmizi
Redaksi Pandai 2022

