
Jakarta (Partaipandai.id) – Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri telah menerima sampel jari pada sayur lodeh yang ditemukan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk diperiksa guna mengungkap kejadian sebenarnya.
Kepala Biro Dokter Polri (Karodokpol) Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Nyoman Eddy Purnama Wirawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan, saat ini sampelnya sedang diperiksa.
“Sudah kami terima (sampelnya), sedang kami periksa,” kata Nyoman.
Sampel dikirim dari Tim Forensik RS Bhayangkara Kupang ke Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/12).
Sejak diterima, lanjutnya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui siapa pemilik jari tersebut.
Baca juga: Kasus saksi menemukan potongan jari manusia dalam makanan semakin meningkat
Pemeriksaan yang dilakukan Pusdokkes meliputi pemeriksaan laboratorium, termasuk DNA. Dibutuhkan sekitar satu minggu untuk melihat hasilnya.
“Kita selesaikan (pemeriksaan) secepatnya karena itu prioritas, karena ada pemeriksaan laboratorium termasuk DNA, mungkin semingguan ini,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam kasus penemuan jari di mangkok berisi sayur lodeh, penyidik Polres Belu telah memeriksa sejumlah saksi.
Hingga Jumat (16/12) sebanyak tujuh saksi telah diperiksa, termasuk pabrik tahu serta pemilik dan pekerja warung makan tersebut. Namun, tidak ditemukan luka pada jari masing-masing pekerja tersebut.
Potongan jari manusia itu ditemukan saat warga menyantap sayur lodeh di sebuah warung di Kabupaten Kupang.
Baca juga: Polisi menyelidiki menemukan jari manusia dalam makanan
Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Fransiska Ninditya
Redaksi Pandai 2022

